Bandar Lampung (Lampost.co) — Larangan impor pakaian bekas tak hanya dikeluhkan para penguasa atau penjual, tapi juga dikeluhkan para konsumen yang gemar membeli pakaian bekas impor.
Salah seorang konsumen, Razwa mengatakan tidak setuju dengan kebijakan larangan impor pakaian bekas. Sebab, bakal merugikan para pedagang dan warga juga akan kesulitan mendapatkan pakaian bermerek.
“Jelas nggak setuju dengan larangan tersebut, jadi tolong diperkirakan lagi kebijakannya, karena kebijakan dampaknya nggak hanya ke penjual tapi juga ke konsumen,” ujarnya, Senin, 3 November 2025.
Razwa menyebut bahwa keberadaan penjual pakaian bekas impor justru sangat membantu masyarakat terutama konsumen yang penghasilannya pas-pasan.
“Menurut saya penjualan pakaian bekas impor justru membantu. Selain harganya murah, konsumen juga bisa dapatkan pakaian bekas berkualitas bagus atau bermerek,” kata dia.
Dia menambahkan kebijakan ini akan menutup mata pencarian para pedagang.
“Sangat disayangkan saja dengan kebijakan ini, kasihan sama penjualnya karena bakal terdampak banget,” kata dia.








