• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 01:35
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Lampung Jalur Masuk Impor Alutsista, ini Dampaknya untuk Ekonomi Daerah

EffranAntaranewsbyEffranandAntaranews
30/08/24 - 17:51
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Alutsista Indonesia. Dok Antara

Alutsista Indonesia. Dok Antara

Bandar Lampung (Lampost.co) — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatra Bagian Barat (Sumbagbar) Kementerian Keuangan menilai impor alat utama sistem senjata (alutsista) turut membantu peningkatan devisa Lampung periode Januari-Juli 2024.

“Selama Januari-Juli 2024 ada lima devisa impor Lampung terbesar dari senjata dan amunisi, minyak mentah, makanan olahan lainnya (gula), ternak lainnya (binatang hidup), bungkil dan residu,” kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatra Bagian Barat Estty Purwadiani, mengutip Antara, Jumat, 30 Agustus 2024.

Dia menyebut devisa impor senjata dan amunisi (alutsista) tumbuh 100 persen (yoy). Kemudian minyak mentah 7,01 persen (yoy), makanan olahan lainnya (gula) 42,25 persen (yoy) ternak lainnya (binatang hidup) 44,90 persen (yoy).

BACA JUGA: Usut Skandal Denda Impor Beras Rp294,5 Miliar

“Sebagian besar komoditas Top 5 penghasil devisa impor di regional Lampung sampai Juli 2024 tumbuh positif. Kecuali bungkil dan residu mengalami perlambatan hingga 26,67 persen (yoy),” kata dia.

Menurut dia, kenaikan signifikan devisa impor senjata dan amunisi di Lampung bukan sesuatu yang sifatnya rutin dalam penerimaan Kepabeanan dan Cukai.

“Senjata dan amunisi ini merupakan impor Kementerian Pertahanan, yaitu Mabes TNI, melalui Lampung. Lampung hanya pintu masuknya saja. Namun, mempengaruhi neraca perdagangan Lampung,” kata dia.

Devisa Ekspor Ambruk

Di sisi lain, hal sebaliknya terjadi pada devisa ekspor Lampung dalam periode yang sama. Sebab, sebagian komoditas top lima penghasil devisa ekspor di regional Lampung justru tumbuh negatif. Mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, kopi, bubur kertas (pulp), bungkil dan residu.

“Devisa ekspor batu bara turun 10,58 persen (yoy), bubur kertas 0,37 persen (yoy) bungkil dan residu 15,79 persen (yoy). Sedangkan, minyak kelapa sawit dan kopi membuat kenaikan devisa ekspor masing-masing 21,29 persen (yoy) dan 1,91 persen (yoy),” kata Estty.

Secara keseluruhan, devisa impor pada periode yang sama tercatat mencapai 2,13 juta dolar AS dan devisa ekspor mencapai 2,4 juta dolar AS.

Sementara, penerimaan Kepabeanan dan Cukai di Lampung sepanjang Januari-Juli 2024 tercatat Rp516,96 miliar atau 39,04 persen dari target Rp1,32 triliun. Penerimaan tersebut mencakup realisasi bea masuk Rp334,9 miliar, bea keluar Rp173,9 miliar dan cukai Rp8,04 miliar.

“Penerimaan bea dan cukai terealisasi 39,04 dengan kinerja turun 20,88 persen (yoy). Namun, kami tetap memperhatikan kondisi perekonomian internasional dan menjaga penerimaan ekspor dan impor,” ujar dia.

Meski begitu, penerimaan cukai melonjak hingga 1.429,65 persen. Hal itu bentuk realisasi pemesanan pita cukai atas komoditas rokok, elektrik maupun hasil tembakau.

“Sedangkan untuk bea masuk juga masih meningkat 41,13 persen akibat peningkatan importasi gula dan beras. Sedangkan, bea keluar menurun 58,13 persen karena penurunan harga CPO di pasar global,” kata dia.

Tags: Alutsistadevisa lampungimpor alutsista
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

byAtikaand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk...

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

byAtikaand1 others
25/01/2026

silviBandar Lampung (Lampost.co) -- Pendanaan karbon berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab keterbatasan anggaran konservasi hutan Lampung. Poin penting...

Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial Lampung Dinilai Potensial

Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial Lampung Dinilai Potensial

byAtikaand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung sebagai daerah pertama Indonesia yang menjadi proyek percontohan penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Perhutanan...

Berita Terbaru

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah
Humaniora

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

byRicky Marlyand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian serius Presiden terhadap persoalan konflik antara...

Read moreDetails
Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

25/01/2026
Ilustrasi (MI)

Vaksinasi Rutin-Prokes Agar Terhindar dari Superflu

25/01/2026
Ilustrasi

Pakar Ungkap Superflu Sebagai Mutasi Virus H3N2

25/01/2026
Ilustrasi

Pemerintah Antisipasi Superflu-Lonjakan DBD

25/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.