Gunungsugih (Lampost.co): Menjelang bulan Agustus tahun ini, omzet penjual bendera dan umbul-umbul di wilayah di Bandarjaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, meningkat drastis.
Septi seorang pedagang bendera dan umbul-umbul di Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Bandarjaya mengatakan, memasuki bulan Agustus tahun ini, omzet penjualan dan orderan bendera dari masyarakat mengalami kenaikan signifikan. Baik itu pembelian eceran maupun secara grosir.
Baca juga: 103 Ribu Anak di Bandar Lampung Terima Vaksin Polio
“Omzet penjualan aneka bendara dan aksesoris umbul-umbul per hari bisa berkisar Rp2 juta hingga Rp5 juta,” ujar Septi kepada Lampung Post, Senin, 29 Juli 2024.
Menurutnya terhitung mulai akhir bulan Juli 2024 hingga memasuki bulan Agustus 2024, semua aksesoris dan bendera merah putih banyak masyarakat minati. Baik pembeli dari Lampung Tengah maupun dari luar kabupaten.
“Biasanya seminggu sebelum 17 Agustus itu masyarakat ramai berbelanja bendera merah putih maupun umbul-umbul. Karena mereka mau memasangnya di depan rumah,” katanya.

Dia mengungkapkan untuk harga yang dia banderol bervariasi, mulai dari bendera ukuran besar hingga ukuran kecil. Begitu pula dengan jenis aksesoris untuk umbul-umbul
“Kalau bendera besar paling mahal di sini saya jual Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Terus untuk ikat kepala maupun bendera-bendera kecil kita banderol Rp10 ribu hingga Rp5 ribu,” terangnya.
Ia mengaku momentum 17-an (tujuh belasan) menjadi berkah tersendiri baginya. Dalam sehari mampu meraup keuntungan ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
“Alhamdulillah rezeki tujuh belasan. Setiap tahun menjadi berkat tersendiri bagi kami selaku pedagang bendera,” pungkasnya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News.








