Jakarta (Lampost.co) – Pemerintah Indonesia tengah serius mempertimbangkan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Langkah strategis ini bertujuan utama untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional. Selain itu, kebijakan ini merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto guna mengantisipasi dampak krisis energi global.
Poin Penting
- Wacana WFH Massal: Pemerintah mengkaji kebijakan WFH untuk menekan pemakaian BBM nasional.
- Instruksi Presiden: Langkah ini merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi energi global.
- Pantauan Selat Hormuz: Pemerintah memonitor jalur distribusi energi internasional guna memastikan stabilitas pasokan.
- Tren Regional: Indonesia mengikuti langkah efisiensi yang telah dilakukan oleh Thailand dan Filipina.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa wacana WFH masuk tahap kajian intensif. Ia menilai efisiensi energi menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini. Terutama, konflik di Timur Tengah yang terus mengancam stabilitas jalur pasokan energi dunia.
“Memang ada beberapa langkah yang akan dilakukan, sedang dikaji tentang apakah kita membutuhkan WFH. Menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (17/3).
Ketahanan Energi Nasional Menjelang Lebaran 2026
Meskipun opsi penghematan ekstrem tengah bergulir, Bahlil menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tetap dalam posisi aman. Pemerintah menjamin stok BBM, LPG, hingga pasokan batu bara untuk PLN tetap terkendali. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang akan menghadapi momentum Lebaran 2026.
“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan. Batu bara untuk PLN rata-rata 14-15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” tegas Bahlil.
Evaluasi Pola Kerja Jarak Jauh
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet. Presiden sebelumnya mengingatkan keberhasilan Indonesia menekan penggunaan BBM selama masa pandemi lalu. Oleh karena itu, pola kerja jarak jauh dianggap sebagai solusi efektif saat ini.
Pemerintah juga terus memantau situasi keamanan di Selat Hormuz secara sangat ketat. Bahlil menyebut kebijakan buka-tutup di jalur vital tersebut memberikan ruang napas bagi pasokan domestik. Akibatnya, kapal-kapal non-afiliasi konflik masih bisa melintas dengan aman menuju Indonesia.
Negara tetangga seperti Thailand dan Filipina sudah lebih dahulu menerapkan langkah penghematan serupa. Thailand menginstruksikan pegawainya untuk WFH, sementara Filipina memberlakukan sistem empat hari kerja sepekan. Indonesia kini bersiap mengikuti jejak tersebut demi menjaga kedaulatan energi nasional.








