Pemprov Lampung memperkuat program Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining thalasemia, dan peningkatan imunisasi untuk menekan penyakit kronis serta meningkatkan kesehatan masyarakat.
Bandar Lampung (Lampost.co)— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya memperkuat layanan pencegahan penyakit melalui integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining thalasemia, dan peningkatan keaktifan peserta BPJS Kesehatan. Upaya ini diarahkan untuk menekan kasus penyakit kronis sejak dini.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa arah kebijakan kesehatan kini menuntut perubahan dari pola kuratif menuju preventif. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita harus beralih dari paradigma mengobati yang sakit menjadi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Fokusnya adalah deteksi dini dan pencegahan,” ujar Jihan.
Ia menjelaskan bahwa CKG merupakan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini memungkinkan masyarakat dari berbagai kelompok usia mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya sebagai langkah deteksi dini penyakit kronis.
Jihan menegaskan pentingnya skrining thalasemia dalam pelaksanaan CKG. Menurutnya, penyakit genetik tersebut dapat dicegah bila warga menjalani pemeriksaan sederhana sebelum menikah atau saat masih pelajar.
“Thalasemia memberikan beban besar pada pembiayaan kesehatan. Satu anak dengan thalasemia mayor bisa membutuhkan biaya hingga Rp350–400 juta per tahun,” katanya.
Data menunjukkan sekitar 3–10 persen penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat thalasemia beta. Dengan tingkat kelahiran yang tinggi, sekitar 2.500 bayi lahir setiap tahun dengan thalasemia mayor dan jumlah itu berpotensi meningkat jika pencegahan tidak diperkuat.
Ia menyebut bahwa skrining thalasemia akan terintegrasi dengan kegiatan CKG di sekolah, masyarakat umum, dan komunitas. Pemeriksaan awal melalui pengecekan hemoglobin di puskesmas, lalu ke rumah sakit bila ada indikasi lanjutan yang dapat di tanggung melalui BPJS Kesehatan.
Selain mendorong skrining penyakit, Jihan juga menyoroti rendahnya capaian imunisasi di beberapa daerah di Lampung. Ia menilai pelaporan melalui aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) belum berjalan optimal.
“Imunisasi merupakan upaya paling efektif mencegah penyakit menular dan menekan angka kematian bayi. Saya minta Dinas Kesehatan kabupaten dan kota mengawal pelaporan agar capaian imunisasi kita bisa mencapai target nasional,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update