PENGEMBANGAN Potensi Lokal di Ngada Diarahkan Jadi Ekosistem Usaha Berkelanjutan
PENGEMBANGAN potensi lokal di Ngada diarahkan jadi ekosistem usaha berkelanjutan. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong penguatan ekonomi perempuan berbasis potensi lokal melalui pengembangan klasterisasi usaha pala di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan perempuan prasejahtera. Hal ini agar perempuan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal secara berkelanjutan.
Pengembangan klaster usaha pala dilakukan melalui sinergi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada produksi. Selain itu, pendekatan juga membangun ekosistem usaha mulai dari budidaya, pengolahan hasil, pengemasan produk, hingga akses pemasaran.
Kabupaten Ngada selama ini dikenal memiliki potensi komoditas pala yang cukup besar. Namun sebagian besar hasil panen masyarakat masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang terbatas. Padahal, komoditas tersebut memiliki peluang pasar lebih luas apabila diolah menjadi produk bernilai tambah.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga maupun komunitas desa. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama PNM. Tujuannya adalah menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Melalui program tersebut, perempuan pelaku usaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, mendapatkan pendampingan usaha secara bertahap. Pendampingan meliputi penguatan kapasitas usaha, teknik pengolahan pala, pengemasan produk, dan penguatan akses pasar. Pendekatan klasterisasi dinilai penting karena tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan rantai usaha yang lebih terintegrasi dan berdaya saing.
Dalam perspektif pembangunan ekonomi desa, strategi itu menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penjualan bahan mentah. Karena selama ini hal tersebut membuat keuntungan ekonomi lebih banyak dinikmati pihak luar.
Pengamat ekonomi kerakyatan menilai model pengembangan berbasis potensi lokal seperti ini memiliki dampak sosial yang lebih kuat. Hal itu karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam rantai produksi dan distribusi.
PNM menilai pengembangan klaster pala di Ngada juga sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan ekonomi desa berbasis produk unggulan lokal yang memiliki identitas dan nilai tambah.
Melalui pendekatan tersebut, setiap daerah didorong mampu mengoptimalkan kekayaan alam dan kearifan lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Selain aspek ekonomi, program ini juga dipandang sebagai ruang pemberdayaan sosial perempuan desa. Perempuan tidak hanya menjadi pelaku produksi rumah tangga, tetapi juga bagian dari penggerak ekonomi komunitas.
“Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan klaster usaha, kami berharap potensi lokal di berbagai daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Dodot.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas perempuan terus berkembang, terutama di sektor usaha ultra mikro. Kelompok perempuan dinilai memiliki tingkat ketahanan usaha yang cukup baik. Sebab, usaha yang dijalankan umumnya terkait langsung dengan kebutuhan rumah tangga dan komunitas sekitar.
Karena itu, pengembangan klaster usaha berbasis potensi lokal dinilai tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga. Namun, hal itu juga membantu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan pasar, model usaha berbasis sumber daya lokal seperti pala dinilai dapat menjadi alternatif pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Hal ini terutama bagi wilayah pedesaan di kawasan timur Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update