Prabowo Ancam Reshuffle Zulhas, ini Alasannya

Suasana panen raya pun berubah riuh setelah masyarakat serempak mengoreksi nama desa yang disebutkan Menko Pangan.

Editor Effran
Minggu, 24 Mei 2026 00.58 WIB
Prabowo Ancam Reshuffle Zulhas, ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto. Dok Antara

Jakarta (Lampost.co) – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan soal reshuffle kabinet kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri panen raya udang di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.

Momen itu terjadi setelah Zulhas salah menyebut nama desa lokasi panen raya di depan masyarakat. Peristiwa tersebut langsung mencuri perhatian warga yang hadir. Suasana panen raya pun berubah riuh setelah masyarakat serempak mengoreksi nama desa yang disebutkan Menko Pangan.

Awalnya, Presiden Prabowo ingin menyebut nama desa lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) saat memberikan sambutan. Namun, sebelum berbicara, Zulhas terlihat membisikkan nama desa kepada Presiden.

Zulhas menyebut desa lokasi panen raya bernama Karangduwur. Namun, warga langsung meneriakkan bahwa lokasi sebenarnya berada di Desa Tegalretno.

Mendengar koreksi tersebut, Prabowo langsung menghentikan sambutannya sejenak. Kepala Negara kemudian meminta salah satu warga menyebutkan nama desa yang benar menggunakan pengeras suara. “Ini namanya desa apa?” tanya Prabowo kepada warga.

“Tegalretno!” jawab warga serempak.

Momen spontan itu langsung mengundang gelak tawa masyarakat yang hadir dalam acara panen raya udang tersebut.

Prabowo Lempar Candaan soal Reshuffle Zulhas

Setelah mengetahui kesalahan informasi tersebut, Prabowo langsung melempar candaan kepada masyarakat terkait posisi Zulhas di kabinet. “Waduh, ini. Menko tadi salah. Salah nama. Perlu di-reshuffle nggak kira-kira?” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Ucapan Presiden langsung disambut teriakan warga yang meminta agar Zulhas tidak dicopot dari jabatannya. “Jangan!” teriak warga kompak.

Prabowo kemudian kembali menanggapi reaksi masyarakat dengan nada santai. “Oh, untung rakyat sayang sama kamu. Matur nuwun. Minta maaf,” kata Prabowo kepada Zulhas.

Candaan tersebut membuat suasana acara semakin cair dan penuh tawa. Di luar momen candaan reshuffle kabinet, Prabowo juga menyoroti potensi besar sektor budidaya udang nasional.

Presiden mengaku menerima laporan bahwa kawasan budidaya udang di Kebumen mampu menghasilkan panen dalam jumlah besar.

Menurut Prabowo, satu hektare tambak di kawasan tersebut mampu memproduksi sekitar 40 ton udang dalam sekali panen. Harga jual udang juga tergolong tinggi. Prabowo menyebut satu kilogram udang bernilai sekitar Rp70 ribu di pasaran.

Dengan nilai tersebut, satu ton udang diperkirakan menghasilkan omzet hingga Rp70 juta. “Jadi ini sangat bagus, sangat produktif,” ujar Prabowo.

 Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

Selain menghasilkan produksi besar, proyek budidaya udang di Kebumen juga menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Prabowo menyebut sekitar 650 warga setempat kini bekerja di kawasan budidaya udang tersebut. Pemerintah menilai sektor perikanan modern mampu membuka lapangan pekerjaan baru di daerah.

Program budidaya udang berbasis kawasan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.

Pemerintah terus mendorong pengembangan sektor budidaya udang modern karena memiliki potensi ekspor besar. Selain meningkatkan produksi nasional, program ini juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pesisir.

Panen raya di Kebumen menjadi salah satu contoh pengembangan budidaya udang terpadu yang mulai menunjukkan hasil positif.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI