Jakarta (Lampost.co) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diprediksi kembali menguat pada awal pekan ini. Pergerakan harga berpotensi masuk zona hijau pada Senin, 2 Februari 2026.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai emas Antam masih memiliki ruang pemulihan setelah koreksi tajam akhir Januari. Peluang kenaikan tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support penting.
“Apabila mengalami kenaikan, resisten pertama berada di Rp2.940.000 per gram dan resisten kedua di Rp3.150.000 per gram,” kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, level tersebut menjadi area psikologis yang menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek.
Meski begitu, tetap mengingatkan risiko koreksi lanjutan masih membayangi pasar emas domestik.
Ia memproyeksikan support pertama berada di Rp2.800.000 per gram. Support berikutnya berada di Rp2.620.000 per gram. “Kalau tekanan jual kembali muncul, area support itu perlu diperhatikan,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Sabtu (31/1/2026) turun tajam Rp260.000. Harga tercatat di level Rp2.860.000 per gram. Sehari sebelumnya, Jumat (30/1/2026), emas Antam sudah lebih dulu melemah Rp48.000 ke posisi Rp3.120.000 per gram.
Padahal, pada Kamis (28/1/2026), harga emas Antam sempat melonjak signifikan hingga Rp165.000 dan menembus Rp3.168.000 per gram.
Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah emas Antam. Tekanan jual juga terlihat pada harga buyback emas Antam.
Pada Sabtu (31/1/2026), harga buyback anjlok Rp285.000 ke level Rp2.654.000 per gram. Penurunan buyback mencerminkan volatilitas tinggi yang masih terjadi di pasar emas.
Investor perlu mencermati pergerakan global dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar kini menanti harga emas Antam mampu bangkit atau kembali tertekan.








