Jakarta (Lampost.co) — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 tercatat 5,04 persen. Angka itu turun tipis daripada kuartal sebelumnya yang berada di 5,12 persen. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap menilai prospek ekonomi nasional sangat kuat menjelang akhir tahun.
Purbaya menyampaikan optimismenya saat menghadiri kegiatan CFD di Jakarta Pusat, Minggu. Ia memperkirakan ekonomi kuartal IV mampu menembus kisaran 5,6 hingga 5,7 persen. “Saya kira-kira di triwulan keempat bisa tumbuh di atas 5,5 persen, mungkin 5,6–5,7 persen,” ujar Purbaya.
Ia menilai pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan yang mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Konsistensi kebijakan menjadi kunci agar momentum pertumbuhan tetap terjaga. “Kalau kebijakan yang sekarang berjalan terus dengan baik, kita berada di arah yang benar,” lanjutnya.
Purbaya juga memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat pada 2026. Ia memprediksi pertumbuhan bisa menyentuh kisaran 6 persen. “Tahun depan saya perkirakan tumbuh lebih cepat di kisaran 6 persen,” katanya.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi kuartal III dengan kontribusi 1,13 persen. Lapangan usaha perdagangan menyusul dengan kontribusi 0,72 persen. Sektor informasi dan komunikasi memberikan sumbangan 0,63 persen, sedangkan pertanian menyumbang 0,61 persen.
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama ekonomi nasional. Komponen tersebut menyumbang 53,14 persen terhadap PDB dan tumbuh 4,89 persen pada kuartal III. Angka itu mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga. Pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik juga memberi kontribusi penting. Komponen PMTB menyumbang 29,09 persen terhadap total PDB pada kuartal III.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan sinyal optimisme serupa. Ia menilai aktivitas ekonomi mulai menguat sejak akhir kuartal III yang terlihat dari peningkatan inflasi.
“Memang kuartal III ini ada pelemahan, tapi kuartal IV kan naik. Inflasi lihat saja naik di kuartal III akhir,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan.
Indikator Positif
Ia menjelaskan beberapa indikator ekonomi menunjukkan tren positif. Penjualan meningkat, indeks keyakinan konsumen berada di posisi 115, dan PMI mencapai angka 51. Data Mandiri Spending Index serta indikator pengeluaran dari BCA juga naik.
“Daya beli naik di Q4. Itu terlihat dari indeks keyakinan konsumen, PMI di atas 51, serta peningkatan belanja dan investasi emas,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan stimulus pemerintah pada kuartal IV juga memberi dorongan tambahan bagi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan berpotensi mencapai 5,2 persen sepanjang 2025.








