Sektor Pertanian Dominasi PDRB Lampung

Pada tahun 2025, sektor ini tercatat memberikan kontribusi tertinggi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni sebesar 26,9 persen.

Editor Ricky Marly, Penulis Nur
Selasa, 28 April 2026 17.01 WIB
Sektor Pertanian Dominasi PDRB Lampung
Sekda Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka acara Diseminasi Laporan Perekonomian Semester I 2026, Selasa, 28 April 2026. (Lampost.co/Nurjanah)

Pesawaran (Lampost.co) — Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian Provinsi Lampung.

Pada tahun 2025, sektor ini tercatat memberikan kontribusi tertinggi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni sebesar 26,9 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan jika data tersebut menunjukkan tren peningkatan dari pada tahun sebelumnya. Kontribusi sektor pertanian pada 2025 naik sekitar 0,6 persen dari tahun 2024.

“Secara umum, dalam beberapa tahun terakhir, peran sektor ini cenderung stabil dengan kecenderungan meningkat,” ungkap Marindo di acara Diseminasi Laporan Perekonomian Semester I 2026, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, peningkatan kontribusi tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor, salah satunya kebijakan penetapan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang mencapai Rp6.500 per kilo gram. Kebijakan ini turut mendorong peningkatan produksi pertanian.

Baca Juga:

Komoditas Hortikultura Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Perekonomian Daerah

Tercatat, produksi pertanian Lampung pada 2025 mencapai sekitar 3,253 juta ton. Kenaikan produksi ini berdampak langsung pada meningkatnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

Namun demikian, peningkatan kontribusi sektor pertanian ini belum sepenuhnya diimbangi oleh pertumbuhan sektor industri dan pengolahan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil pertanian masih didominasi oleh penjualan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum optimal.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian. Dengan penguatan industri pengolahan, harapannya nilai tambah produk pertanian dapat meningkat dan memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian Lampung.

Selain itu, penguatan sektor pertanian juga penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Mengingat sektor ini memiliki peran strategis dalam penyerapan tenaga kerja serta ketahanan pangan.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor keuangan menjadi kunci dalam mendorong transformasi sektor pertanian, dari hulu hingga hilir, agar lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI