Bandar Lampung (Lampost.co) — Sektor pertanian masih menjadi kontributor penting dalam menjaga kinerja serta penopang ekonomi Lampung.
Poin penting :
1. Sektor pertanian merupakan sektor mendominasi di Provinsi Lampung.
2. Pada tahun 2026 sektor pertanian mulai pulih bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
3. Infrastruktur juga mendukung majunya sektor pertanian di Lampung.
Perbaikan kinerja sektor ini berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2025 sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026.
Pengamat Ekonomi Lampung Asrian Hendi Caya menilai, ekonomi Lampung pada 2025 menunjukkan kinerja yang relatif baik.
Pertumbuhan ekonomi daerah berada pada kisaran 5,15 hingga 5,25 persen.
“Ekonomi Lampung tahun 2025 menunjukkan kinerja yang baik. Perkiraannya tumbuh sebesar 5,15–5,25 persen,” kata Asrian, Minggu, 18 Januari 2026.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor pertanian yang mulai pulih setelah mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya.
Pada 2024, sektor pertanian Lampung tercatat tumbuh negatif.
“Hal ini dari sektor pertanian yang kemungkinan tumbuh sekitar 3–4 persen, dari tahun 2024 lalu yang tercatat minus 2 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan sektor pertanian sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang memprioritaskan sektor tersebut.
Berbagai program yang berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemprov yang memprioritaskan pertanian dengan program pupuk organik cair, bibit, dan dryer yang sejalan dengan kebijakan nasional tentang ketahanan pangan,” ujar Asrian.
Selain itu, kebijakan penyesuaian harga komoditas pangan turut memberi dampak terhadap sektor pertanian daerah.
“Yakni harga gabah dan jagung naik cukup signifikan,” ujar Asrian.
Ia menilai, capaian ekonomi pada 2025 menjadi fondasi penting bagi kinerja ekonomi Lampung ke depan.
Dengan dukungan sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026 kemungkinan lebih tinggi.
“Capaian 2025 merupakan fondasi ekonomi yang kokoh untuk kinerja 2026. Karena itu, pada 2026 ekonomi Lampung diprediksi tumbuh lebih tinggi 5,3–6 persen,” katanya.
Asrian menambahkan, sektor pertanian Lampung juga karena keberadaan infrastruktur sumber daya air yang mulai beroperasi sebagai program nasional.
“Pertanian juga berkembang dengan adanya bendungan yang sudah beroperasi sebagai program nasional, karena pertanian sangat tergantung dengan air,” ujarnya.








