• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 07:49
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Penentu Arah Baru Transformasi Ekonomi Indonesia

Sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi dengan lebih dari 12,3 juta usaha. Sektor akomodasi dan makanan minuman menyusul dengan 4,5 juta usaha.

EffranbyEffran
29/12/25 - 18:54
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Gedung BPS di Jakarta. ANTARA//Dewa Wiguna

Gedung BPS di Jakarta. ANTARA//Dewa Wiguna

Jakarta (Lampost.co) — Data selalu menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmen tersebut melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Jakarta Pusat, Soependi, menilai SE2026 sebagai momentum strategis nasional. Ia menyebut sensus itu bukan kegiatan statistik biasa.

“SE2026 menjadi titik balik untuk membaca ulang struktur ekonomi Indonesia secara lebih aktual dan komprehensif,” ujar Soependi.

Ia menjelaskan hasil listing Sensus Ekonomi 2016 mencatat sekitar 26,7 juta usaha di Indonesia. Mayoritas usaha tersebut berasal dari skala mikro dan kecil. “UMK menyumbang 98,33 persen dari total usaha nasional. itu bukti kuat perannya dalam ekonomi,” kata dia.

Sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi dengan lebih dari 12,3 juta usaha. Sektor akomodasi dan makanan minuman menyusul dengan 4,5 juta usaha.

Industri pengolahan mencatat 4,4 juta usaha. Pengangkutan dan pergudangan mencapai 1,3 juta usaha. Jasa lainnya menembus 1,2 juta usaha.

Data SE2016 menjadi rujukan penting sebelum pandemi covid-19. Sensus Ekonomi 2026 akan mengukur ketahanan usaha pasca krisis global. “SE2026 akan menunjukkan daya saing riil usaha nasional setelah pandemi,” ujarnya.

BPS mengusung metode modern melalui pendekatan multimoda. Pendekatan itu menggabungkan CAPI dan CAWI dalam pengumpulan data. “Teknologi mempercepat proses, menekan kesalahan, dan meningkatkan akurasi data,” ujar dia.

Metode CAWI memungkinkan pelaku usaha mengisi kuesioner secara mandiri melalui website. Cara itu relevan dengan budaya digital saat ini.

Transformasi digital menjadi denyut utama ekonomi nasional. SE2026 harus mampu menangkap perubahan tersebut. “Ekonomi digital dan UMKM berbasis teknologi perlu tercatat secara utuh,” katanya.

Kebijakan Ekonomi Kreatif dan Digital

Data sensus akan membantu pemerintah menyusun kebijakan ekonomi kreatif dan digital. Pemerintah bisa bergerak lebih presisi dan futuristik. SE2026 juga mengintegrasikan data UMKM dan perusahaan besar.

Sistem itu menggunakan KBLI terbaru dan OSS. “Integrasi data membuat kebijakan lebih transparan dan akuntabel,” ujar Soependi.

Wilayah tertinggal seperti Papua dan Nusa Tenggara mendapat perhatian khusus. Data sensus membantu memetakan potensi dan tantangan wilayah. “Kebijakan berbasis data mencegah ketimpangan antar daerah,” kata Soependi.

Ia mengakui tantangan literasi digital masih besar. BPS juga menyiapkan strategi edukasi dan pendampingan lapangan. “Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci sukses SE2026,” tegasnya.

Dia menegaskan hasil sensus akan menentukan arah kebijakan nasional. Pemerintah dapat mengembangkan pusat ekonomi baru dan startup digital. SE2026 juga membuka ruang riset dan inovasi berbasis data. Akademisi dan pelaku usaha dapat memanfaatkan hasilnya. “Kami butuh sinergi semua pihak agar data mencerminkan kondisi nyata,” kata dia.

Tags: bpsdata UMKMekonomi digital IndonesiaSensus Ekonomi 2026sensus ekonomi BPStransformasi ekonomi nasional
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

byAtikaand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk...

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

byAtikaand1 others
25/01/2026

silviBandar Lampung (Lampost.co) -- Pendanaan karbon berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab keterbatasan anggaran konservasi hutan Lampung. Poin penting...

Berita Terbaru

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.
Advertorial

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Read moreDetails
Langit mendung menyelimuti Masjid Raya Al Bakrie Bandar Lampung dan sekitarnya. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Senin, 26 Januari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

26/01/2026
Gempa bumi terjadi di wilayah Tanggamus, Senin, 26 Januari 2026 pukul 00:27:20 WIB dengan kekuatan 2.7 magnitudo. Dok BMKG

Tanggamus Diguncang Gempa 2.7 Magnitudo

26/01/2026
Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

25/01/2026
Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

25/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.