Serapan Tenaga Kerja di Lampung Meningkat pada Februari 2026

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,95 persen, turun 0,12 persen poin dari pada Februari 2025.

Editor Ricky Marly, Penulis Nur
Selasa, 05 Mei 2026 20.01 WIB
Serapan Tenaga Kerja di Lampung Meningkat pada Februari 2026
Rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. (dok.)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Lampung pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,95 persen, turun 0,12 persen poin dari pada Februari 2025.

Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution menjelaskan penurunan angka pengangguran ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja. Tercatat sebanyak 4.913,59 ribu orang bekerja pada Februari 2026, bertambah 34,53 ribu orang dari pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja mencapai 5.115,90 ribu orang, naik 30,03 ribu orang dari pada Februari 2025. Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan sebesar 0,51 persen poin.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi mencapai 44,03 persen. Hal ini menegaskan peran strategis sektor primer dalam menopang ketenagakerjaan di Lampung.

Baca Juga:

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen

Struktur Ketenagakerjaan

Struktur ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Jumlah pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 1.527,78 ribu orang atau 31,09 persen dari total pekerja, meningkat 1,69 persen poin dari pada tahun lalu.

Namun demikian, tantangan masih terlihat pada kualitas pekerjaan. Persentase pekerja setengah penganggur tercatat sebesar 8,62 persen. Sedangkan pekerja paruh waktu mencapai 31,45 persen dari total penduduk bekerja.

Dari sisi jam kerja, proporsi pekerja penuh (35 jam per minggu) meningkat menjadi 59,93 persen atau sebanyak 2.944,72 ribu orang. Sementara pekerja tidak penuh (1–34 jam) tercatat sebanyak 1.968,87 ribu orang atau 40,07 persen.

Secara umum, perbaikan indikator ketenagakerjaan ini menunjukkan bahwa pasar kerja di Lampung mulai pulih dan berkembang. Meski angka pengangguran menurun dan kesempatan kerja meningkat, upaya peningkatan kualitas pekerjaan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus didorong.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI