Menjelang Ramadan 1447 H, warga Bandar Lampung mencemaskan ketersediaan dan stabilitas harga LPG 3 kg subsidi, Pertamina pun menyiapkan tambahan stok 11 persen.
Bandar Lampung (Lampost.co)—Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang akan jatuh pada pertengahan Februari 2026, kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan dan stabilitas harga LPG 3 kilogram (kg) subsidi mulai mencuat di Bandar Lampung. Sejumlah warga berharap pemerintah dan Pertamina memastikan stok tetap aman, mengingat konsumsi gas melon pasti meningkat tajam selama bulan puasa.
Yani, salah satu warga Bandar Lampung, mengungkapkan kebutuhan LPG di rumah tangganya selalu naik signifikan saat Ramadan. Aktivitas memasak yang lebih intens, mulai dari menyiapkan santapan sahur hingga hidangan berbuka puasa, menjadi pemicu utama.
“Kalau masuk Ramadan, pemakaian pasti bertambah. Jadi harapannya stok selalu tersedia, jangan sampai langka dan kami harus berkeliling mencari tabung kosong,” ujar Yani kepada Lampost.co, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, ketersediaan barang di tingkat pangkalan resmi merupakan hal yang paling krusial. Ia mengaku khawatir kesulitan mendapatkan LPG 3 kg tepat saat permintaan sedang tinggi-tingginya.
Warga lain di Bandar Lampung, Rita, menyampaikan hal senada. Ia menyoroti persoalan harga yang kerap tidak terkendali di tingkat pengecer atau warung-warung kecil. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga LPG 3 kg di pangkalan resmi saat ini masih stabil di kisaran Rp20.000 per tabung.
Namun, Rita mengeluhkan praktik pengecer yang menaikkan harga secara sepihak ketika stok di pangkalan terlihat menipis. Harga di tingkat pengecer bisa melonjak hingga Rp23.000 bahkan menembus Rp25.000 per tabung.
“Alasannya klasik, karena diantar ke rumah. Padahal kami sering ambil sendiri, tapi tetap saja harganya lebih mahal dari HET (harga eceran tertinggi). Kami berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan, jangan sampai pangkalan atau pengecer nakal memanfaatkan momen Ramadan untuk cari untung berlebih,” keluh Rita.
Merespons kekhawatiran masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sebelumnya telah memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Untuk wilayah Lampung, Pertamina berencana menambah pasokan fakultatif LPG 3 kg sekitar 11 persen guna menjaga ketahanan stok di masyarakat.
Selain itu, berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, pusat telah menetapkan kuota LPG subsidi untuk tahun 2026 sebesar 219.740 metrik ton. Jumlah ini naik tipis dari tahun sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tahunan.
DPD Hiswana Migas Lampung juga menegaskan saat ini terdapat sekitar 8.000 pangkalan resmi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Lampung. Mereka pun mengimbau masyarakat untuk selalu membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai dengan HET dan menjamin keaslian produk.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga berjanji melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rutin ke pangkalan-pangkalan gas. Hal itu bertujuan memastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan buatan di awal Ramadan 2026 ini.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update