Kalianda (Lampost.co): Sejumlah anggota Koramil 421-08/Palas-Sragi, Lampung Selatan, bersama masyarakat, Kamis, 30 Januari 2020 bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan rumah milik Atim, 30, warga Dusun Pematangsari, Desa Margasari, Kecamatan Sragi, yang ambruk pada Rabu, 29 Januari 2020, sore.
Anggota Koramil 421-08/Palas-Sragi sekaligus Babinsa Desa Margasari, Serda Kisnoto mengatakan pihaknya bersama anggota TNI lainnya bahu membahu membersihkan puing-puing rumah milik Atim yang ambruk diterjang angin kencang. Dimana dalam gotong-royong itu dibantu oleh Bhabinkabtimas, masyarakat, aparat desa, dan pegawai Kecamatan Sragi.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan dan rasa sosial kami terhadap korban rumahnya yang ambruk. Minimal dengan gotong-royong ini dapat meringankan beban korban,” kata dia.
Pemilik rumah, Atim mengatakan dirinya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari berbagai elemen yang sudah membantunya dalam membersihkan puing-puing rumahnya yang ambruk.
“Terimakasih kepada TNI/ Polri, Pjs Kades dan masyarakat yang telah peduli dalam upaya membantu saya yang mengalami musibah ambruknya bangunan rumah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Pjs Kepala Desa Margasari Suhadi membenarkan pascaambruknya rumah Atim, pihaknya bersama jajaran Koramil Palas-Sragi bersama Bhabinkabtimas dan masyarakat bergotong royong membersihkan semua puing-puing material.
“Alhamdulillah, berkat kepedulian semua elemen kami bisa membersihkan sisa-sisa material yang ambruk,” kata dia.
Baca juga:
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sebabkan Rumah Warga Margasari Ambruk
Selain itu, kata Suhadi, korban juga mendapatkan bantuan dari BPBD Lamsel berupa family kit, mi instan, dan pakaian. Kemudian, Pemkab Lamsel melalui Dinas Perumahan dan Permukiman dan BPBD Lamsel akan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp17 juta.
“Namun, bantuan uang tunai itu akan diberikan setelah adanya usulan proposal dari pihak desa. Untuk itu, kami akan secepatnya membuatkan proposal agar bantuan itu bisa disalurkan ke Pak Atim,” kata dia.






