DESA Krawangsari secara serentak membangun jalan di tiga titik dengan panjang total 1.204 meter. Jalan beton itu menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp600 juta. Selain jalan, desa itu juga membangun talut sepanjang 322 m.
Sekretaris Desa Karawangsari, Sarmani mengatakan sejak dana desa dikucurkan tahun ini, pihak desa membangun di beberapa titik, antara lain Dusun Talangsawo dengan panjang 156 meter, Dusun Rumbia 722 meter, kemudian di Dusun Jepang 326 dan pembangunan talut 322 meter.
“Dari hasil kesepakatan masyarakat kami lakukan pembangunan beberapa titik, ke depan kami bertahap akan lakukan pembangunan di dusun yang belum,” kata dia ditemui Lampung Post di salah satu lokasi proyek.
Kades Krawangsari Nikmatus Solekah mengatakan desanya membangun apa yang memang diharapkan warga dan bermanfaat bagi warga ramai. “Bertahap kami lakukan pembangunan setiap dusun. Mudah-mudahan semua terbangun, ” kata dia.
Sementara itu, Camat Natar Eko Irawan mengatakan desa harus bijak dalam penggunaan anggaran terlebih saat ini di tengah pandemi Covid-19. “Bijak-bijak dalam penggunaan DD kita lagi menghadapi pandemi anggaran penanganannya tentu harus disiapkan, ” kata dia.
Diberitakan Lampung Post sebelumnya, setelah belasan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan, ruas jalan lingkungan Dusun Kedaunglama, Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, akhirnya diperbaiki pemerintah desa setempat. Ruas jalan onderlaag tersebut ditingkatkan menjadi lapisan penetrasi (lapen).
Kepala Desa Kedaung Edi Kuswanto mengatakan meski di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap fokus dalam pembangunan infrastruktur jalan. Tahun ini pihaknya membangun jalan lapen di Dusun Kedaung Lama. “Alhamdulillah, bukan hanya fokus dalam penanganan Covid-19. Tahun ini kami bisa membangun jalan lapen sepanjang 1.100 meter dengan lebar tiga meter,” kata dia, Rabu (18/8).
Dia mengatakan peningkatan ruas jalan onderlaag menjadi lapen ini menelan anggaran sebesar Rp268,4 juta melalui anggaran dana desa (DD) 2021 tahap kedua. Proses pembangunan jalan itu dikerjakan dengan padat karya tunai atau melibatkan masyarakat sekitar. (EBI/D2)







