DENI ZULNIYADI
PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun pelabuhan penyeberangan kapal penumpang dan barang di Pulau Seliu, Kabupaten Belitung, untuk memperlancar konektivitas antarpulau kecil daerah itu. Selain untuk meningkatkan perekonomian, pelabuhan itu untuk mengembangkan potensi pariwisata.
“Kami telah meninjau lokasi pembangunan pelabuhan ini dan mudah-mudahan awal 2021 mulai dibangun. Dengan adanya pelabuhan tersebut, potensi pariwisata yang ada di Desa Seliu akan berkembang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, KA Tajuddin di Pangkalpinang, Minggu (25/10).
Terima kasih kepada gubernur yang telah memberikan apresiasinya untuk menindaklanjuti usulan Desa Pulau Seliu.
Dia mengatakan pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Babel, Dishub Kabupaten Belitung, dan beberapa instansi terkait lainnya telah menyurvei lokasi sebagai langkah mempercepat pembangunan pelabuhan penyeberangan bagi masyarakat Pulau Seliu.
“Dengan survei bersama ini, tentunya akan memberikan kejelasan atas pelaksanaan pembangunan pelabuhan penyeberangan, juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Seliu,” kata dia.
Menurut dia, pelabuhan penyeberangan di Pulau Seliu ini akan menyambung konektivitas antarpulau yang ada di Babel, karena posisi pulau ini berada di tengah dan strategis untuk menghubungkan antarpulau kecil di Pulau Bangka dan Belitung.
Terima Kasih
Kepala Desa Pulau Seliu, Edyar mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dengan menurunkan stafnya dalam menindaklanjuti survei pembangunan pelabuhan penyeberangan di Pulau Seliu. “Terima kasih kepada gubernur yang telah memberikan apresiasinya untuk menindaklanjuti usulan Desa Pulau Seliu,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno mengatakan Pemerintah Pusat menyiapkan dana hibah Rp653,6 juta pada akhir tahun ini untuk membantu pemulihan ekonomi sektor pariwisata di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Berdasar pada hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kabupaten Bangka Barat mendapatkan anggaran sebesar itu dan akan direalisasikan pada tahun ini langsung kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah,” kata dia.
Menurut dia, anggaran Rp653,6 juta itu bisa dimanfaatkan dengan pola pengelolaan dana hibah dan akan disalurkan secara tunai kepada calon penerima.
“Program ini merupakan realisasi dari kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional sektor pariwisata, secara keseluruhan Pemerintah Pusat menyiapkan Rp3,3 triliun yang disalurkan kepada 101 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” katanya. (ANT/D1)
deni@lampungpost.co.id







