DENI ZULNIYADI
PEMERINTAH Kota Palembang memulai pengerjaan proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kelurahan Sei Selayur, Rabu (4/11).
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) senilai Rp1,2 triliun tersebut biayanya dipenuhi menggunakan dana dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan hibah Rp450 miliar dari Pemerintah Australia.
Nanti limbah-limbah itu akan dikelola di IPAL ini.
Pembangunan IPAL di lahan seluas 5,7 hektare di Kelurahan Sei Selayur, yang berada di seberang Pulau Kemaro, dikerjakan konsorsium yang terdiri atas McConnell Dowell Australia dan PT Pembangunan Perumahan (PP), badan usaha milik negara yang bergerak di bidang konstruksi.
Harnojoyo mengatakan baru 30% sarana sanitasi yang sudah memenuhi standar di Kota Palembang. Limbah rumah tangga kebanyakan masih dibuang ke saluran drainase atau dialirkan ke sungai sehingga mencemari sungai. “Nanti limbah-limbah itu akan dikelola di IPAL ini,” katanya.
21 Ribu Rumah
IPAL di Sei Selayur ditargetkan dapat menjangkau 21.000 rumah warga pada tahap awal dan selanjutnya akan diperluas. Sarana itu akan dikelola Tirta Musi Palembang.
Australian Charge D’affaire to Indonesia Alison Duncan lewat telekonferensi mengemukakan pentingnya akses air bersih dan sanitasi dalam pembangunan berkelanjutan.
Guna membantu Indonesia meningkatkan akses penduduk terhadap sarana sanitasi dan air bersih yang aman, ia mengatakan Pemerintah Australia sejak tahun 2008 mengucurkan investasi untuk pembangunan infrastruktur sanitasi dan air bersih.
“Investasi ini telah menghasilkan ratusan ribu sambungan air minum dan sanitasi baru di Indonesia,” kata Alison. (ANT/D1)
deni@lampungpost.co.id







