
SEBANYAK tujuh tenaga kesehatan puskesmas dan rumah sakit di Bandar Lampung dan Tulangbawang dikonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, jumlah kasus Covid-19 di Lampung bertambah 44 kasus baru dalam sehari, Rabu (21/10).
Peningkatan jumlah kasus ini mesti menjadi pelajaran semua pihak agar selalu disiplin dalam menegakan protokol kesehatan dalam beraktifitas sehari-hari.
Dari total tujuh pegawai kesehatan itu, empat orang diantaranya merupakan staf Puskesmas di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Guna mengantisipasi penyebaran, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan puskesmas di Kecamatan Rajabasa ditutup selama satu pekan ke depan.
“Ada stafnya 4 orang yang kena Covid-19 positif. Puskes di Rajabasa tutup seminggu. Saya suruh tutup seminggu, terhitung sejak Jumat kemarin,” ujar Edwin Rusli, Rabu (21/10).
Pemberhentian operasional puskes tersebut dijelaskan berdasarkan perintah Wali Kota Bandar Lampung. “Jadi kita takutnya pasien lainnya kena, staf lainnya kena. Jadi kita tutup sementara atas izin pak wali,” tegasnya.
Kepala Puskesmas Rajabasa Indah Sunarto menerangkan bahwa empat staf puskes yang terpapar itu merupakan bidan. “”Iya empat orang, bidan semua,” ujarnya.
Di lain tempat, sebanyak tiga pegawai Rumah Sakit Mutiara Bunda (RSMB), Unit ll, Banjaragung, Tulangbawang terkonfirmasi positif Covid-19.
Namun, tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulangbawang memutuskan untuk tidak menghentikan kegiatan operasional atau menutup sementara rumah sakit.
Menurut, Jubir Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Tulangbawang Fatoni, alasan pihaknya tidak melakukan pemberhentian sementara kegiatan oprasional rumah sakit, karena mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan.
Meski pelayanan tetap dibuka, ia menegaskan sebagai upaya memberikan rasa aman dan mencegah penyebaran virus, seluruh pegawai rumah sakit dan pengunjung diwajibkan memperketat protokol kesehatan.
“Ini pelayanan publik, kami gugus pertimbangkan dengan hati-hati, karena masyarakat juga butuh pelayanan kesehatan. Selama protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, maka Insya Allah tidak ada yang perlu kita khawatirkan,” kata Fatoni.
Ia mengimbau masyarakat agar menerapkan 3 M protokol kesehatan dalam kehidupannya sehari-hari, sebagai upaya menekan kurva kasus positif, transmisi, dan penyebaran wabah virus korona. (DET/FER/S1)







