ATIKA OKTARIA

SATGAS Covid-19 mengantisipasi libur dan cuti panjang pekan mendatang tak menjadi momentum lonjakan kasus Covid-19. Semua stakeholder diharapkan dapat memperketat protokol kesehatan dan masyarakat harus mematuhi 3M. Jangan sampai pulang dari liburan justru membawa Covid-19 ke keluarga dan lingkungan sekitar.
Demikian menjadi benang merah pada press conference Covid dalam Angka: Antisipasi Penyebaran COVID-19 Saat Liburan, Rabu (21/10). Hadir pada kesempatan itu Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
“Cuti kali ini jangan sampai angka penambahan Covid-19 meningkat. Kita hanya dituntut untuk patuh terhadap penerapan protokol kesehatan yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M). Selain itu, kita harus berdoa kepada Yang Kuasa, menjaga imun dengan berolahraga dan menjaga kesehatan dengan rajin makan makanan sehat seprrti buah, sayuran gmhingga vitamin,” paparnya.
Pemerintah juga, lanjut dia, dalam hal ini Kementerian dalam Negeri akan membagikan surat edaran ke Gubernur untuk mengelola tempat wisata yang diprediksi akan menjadi pilihan wisata para masyarakat yang liburan.
“Kerjasama ini juga tidak boleh lepas dari para pelaku usaha yakni tempat wisata. Kita bataskan tempat wisata tidak boleh lebih dari 50%. Jika ini dipatuhi insya Allah liburan aman dan nyaman akan tercapai demi mengurangi penyebaran protokol kesehatan,” katanya.
Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan semua runtutan prokes, yang diarahkan gugus tugas akan Kemenhub arahkan untuk diterapkan di semua petugas bandara, terminal dan stasiun.
“Dengan adanya libur panjang ini, kami prediksi penggunaan transportasi akan meningkat. Hal ini menjadikan kesadaran yang penting untuk semuanya. Saya juga apresiasi arahan dari gugus tugas, yang akan kita lakukan adalah ikuti arahan prokes jadikan keharusan,” jelasnya.
Imbauan Ketat
Secara terpisah Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) memberikan imbauan ketat kepada para biro perjalanan agar semakin memperhatikan protokol kesehatan.
“Untuk menyambut libur panjang kali ini, kami prediksi tempat wisata di Lampung akan membludak. Kami memberikan imbauan agar semua pelaku tur dan travel menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Ketua Asita Lampung, Arizo Fhasha.
Terlebih lagi, tambah dia, pihak pengunjung berasal dari daerah yang jauh, bahkan tak jarang daerah rawan penyebaran Covid-19. Dengan demikian, petugas tur wisata harus tetap menggunakan masker tanpa memberikan celah membukanya.
“Takutnya wisatawan itu datang dari zona merah kan, hal itu yang harus ditekankan. Jangan pernah ada keinginan membuka masker di tempat ramai, dan penerapan jaga jarak harus selalu dilakukan bahkan cucilah tangan secara berkala,” jelasnya.
Tak hanya untuk pelaku tur saja, ASITA juga memberikan imbauan kepada pelaku usaha wisata untuk tegaskan 3M.
“Pelaku usaha wisata juga harus terapkan protokol kesehatan dengan menyediakan thermogurn (cek suhu tubuh) untuk memastikan suhu tubuh wisatawan aman untuk menghabiskan waktu berlibur,” kata dia. (S1)
Cuti kali ini jangan sampai angka penambahan Covid-19 meningkat.
atika@lampungpost.co.id







