
TINGKAT disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan di Lampung Selatan masih rendah.
Hal itu terlihat dari pemantauan Lampung Post di loket tiket penumpang jalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (1/11). Para penumpang masih banyak yang berkerumun. Selain itu penggunaan masker juga asal-asalan alias tidak menutupi mulut dan hidung.
Pelanggaran rata-rata didominasi pedagang kaki lima dan kru armada angkutan penumpang ketimbang penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Bakauheni.
Salah satu kru bus PO Bukit Barisan yang berada di Terminal Pelabuhan Bakauheni, Warsito (26), mengaku gerah memakai masker terus. “Panas Mas masker nutup mulut terus. Lagian pengin merokok juga,” kata kernet bus tersebut sembari menawarkan jasa angkutan kepada penumpang yang turun kapal.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Capt Solikin mengakui masih ada saja masyarakat yang ngeyel untuk menerapkan protokol kesehatan. Padahal fasilitas penunjang seperti wastafel untuk mencuci tangan telah disediakan.
“Kalau kita sadar akan kesehatan untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain, kita enggak perlu disuruh pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ujarnya. (KRI/S1)







