
EMBUSAN angin menyentuh tulang dan sendi malam itu, Senin (2/11), sekitar pukul 20.10. Sejumlah warga Desa Kemaloabung, Abung Selatan, Lampung Utara, berbondong-bondong ingin menyaksikan perhelatan wayang kulit bertajuk Wahyu Eko Sejati.
Ya, acara hiburan rakyat itu dihelat sebagai puncak kegiatan murti atau bersih Desa Kemaloabung ke-86 tahun. Namun, ada yang berbeda pada perhelatan itu kali ini.
Event rutin tahunan yang biasanya ramai dihadiri seluruh warga. Kali ini agak sepi lantaran pandemi masih melanda, tidak terkecuali di Lampura.
“Untuk mengurai kerumunan warga saat agenda murti desa, kami telah melarang pedagang membuka lapak permainan rakyat. Pasalnya, di lapak-lapak tersebut menjadi tempat favorit warga berkumpul guna menghibur diri. Pedagang hanya dibolehkan menjual makanan, minuman atau barang-barang aksesori,” ujar Kepala Desa (Kades) Kemaloabung Supriono di sela acara pergelaran wayang kulit, Senin (2/11).
Selain itu, jarak kursi tempat duduk penonton wayang kulit diatur panitia sekitar 2 meter, peserta wajib cuci tangan dan memakai masker.
“Agenda murti desa ini sekaligus menjadi media sosialisasi untuk penerapan pembiasaan baru pada masa new normal ini yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M),” kata dia.
Selain penonton, pemain wayang kulit dan dalang juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, seperti pengurangan jumlah pemain musik atau gamelan. Karena, penerapan jaga jarak antar pemain mesti disesuaikan dengan luas panggung yang ada.
“Sebelum pandemi, kami biasanya menyiapkan pemain untuk penabuh drum, guna menambah kemeriahan acara. Sekarang penabuh drum ditiadakan dan panggung yang biasanya terisi sekitar 20 orang pemusik, sekarang hanya ada 12 orang pemain,” ujarnya.
Ia mengungkapkan acara itu tetap digelar sebagai bagian dari rasa syukur atas karunia Allah swt yang diberikan pada warga, baik melalui nikmat kesehatan maupun hasil panen yang melimpah, kesejahteraan, keamanan, serta dijauhkan dari segala musibah.
“Walau tidak seramai dulu, kami mesti bersyukur sebab pelestarian budaya dan penyampaian pesan moral ke masyarakat melalui seni tradisi pertunjukan seperti pergelaran wayang kulit dapat terlaksana tahun ini” kata dia. (YUD/S1)







