Bandar Lampung (Lampost.co) — Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkaya diri dengan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai spiritual dan sejarah. Di sela waktu berbuka, tarawih, hingga menjelang sahur, film dan serial bertema religi serta perjuangan tokoh-tokoh besar Islam dapat menjadi pilihan untuk menambah wawasan.
Kisah tentang keteguhan iman, kepemimpinan, pengorbanan, hingga perjuangan menegakkan kebenaran terasa semakin relevan di bulan penuh berkah.
Berikut sejumlah rekomendasi film dan serial bernuansa sejarah dan religi yang cocok ditonton selama Ramadan.
1. Kingdom of Heaven (2005)
Kingdom of Heaven rilis pada 6 Mei 2005 yang ditulis oleh William Monahan dan disutradarai Ridley Scott. Film itu bercerita tentang Balian, yang merupakan insinyur dan tentara zeni yang hidup sebagai seorang pandai besi di sebuah desa di Prancis.
Balian merasa kehilangan dan mencari makna hidup, hingga takdir membawanya ke Tanah Suci di tengah berkecamuknya Perang Salib. Di Jerusalem, ia terseret dalam pusaran politik, konflik kekuasaan, dan ketegangan antara pasukan Kristen dan Muslim yang dipimpin oleh Saladin.
Di tengah situasi yang semakin memanas, Balian mendapatkan pilihan antara ambisi, keyakinan, dan kemanusiaan. Hal itu menjadikannya sosok yang harus menentukan sikap dalam mempertahankan kehormatan dan keselamatan banyak orang.
2. The Kingdom of Solomon (2010)
The Kingdom of Solomon merupakan film yang rilis pada Oktober 2010, produksi Mojtaba Faravardeh dan sutradara Shahriar Bahrani. Film itu mengisahkan kehidupan Nabi Sulaiman sejak masa muda hingga ia menerima amanah sebagai raja dan nabi.
Berlatar pada masa penuh kekacauan dan ancaman dari kekuatan gelap. Film itu menggambarkan perjalanan Sulaiman dalam menghadapi bisikan setan, sihir, serta penentangan dari berbagai pihak yang meragukan kenabiannya.
Kebijaksanaan dan keimanan yang teguh memperjuangkan penegakkan keadilan, memimpin kaumnya menuju kebenaran, serta membangun kerajaan yang berlandaskan tauhid dan kedamaian. Film itu menonjolkan unsur spiritual, mukjizat, dan pertarungan antara cahaya iman dan kegelapan.
3. Fetih 1453 (2012)
Fetih 1453 film yang rilis pada Februari 2012, produksi Ayse Germen bersama sutradara Faruk Aksoy. Film itu berdasarkan peristiwa menjelang keruntuhan Konstantinopel sampai Turki Ottoman pada masa pemerintahan Sultan Mhmed II.
Film sejarah Turki itu mengisahkan ambisi besar Sultan Mehmed II yang naik takhta di usia muda dengan tekad menaklukkan Konstantinopel. Kota megah yang selama berabad-abad menjadi benteng kuat Kekaisaran Bizantium di bawah Kaisar Konstantinus XI.
Meski diragukan karena usianya, Mehmed mempersiapkan strategi militer matang, termasuk pembangunan meriam raksasa dan taktik memindahkan kapal melalui daratan untuk menembus pertahanan musuh.
Sementara Bizantium bertahan mati-matian menjaga kota. Film itu menampilkan pertempuran epik penuh pengorbanan dan keberanian para prajurit.
Sekaligus menggambarkan visi, kepemimpinan, dan semangat religius Mehmed II dalam mewujudkan penaklukan yang mengubah jalannya sejarah dunia.
4. Omar (2012)
Omar atau Assad Khalfa adalah serial mini sejarah televisi Arab berdasarkan 98% kehidupan Umar bin Khattab. Series itu memiliki jumlah 31 Episode yang tayang pada Juli sampai Agustus 2012, produksi dan tersiar di MBC1 dengan sutradara Hatem Ali.
Series itu mengisahkan perjalanan hidup Umar bin Khattab sejak masa jahiliah di Makkah, sebagai sosok tegas dan penentang keras Islam. Namun, peristiwa yang mengubah hidupnya dan menjadikannya salah satu pembela utama Nabi Muhammad serta penguat posisi kaum Muslim.
Serial itu menampilkan fase penting sejarah Islam seperti hijrah ke Madinah, berbagai peperangan besar, hingga Fathu Makkah. Lalu berlanjut ke masa kekhalifahannya setelah Abu Bakar wafat, ketika wilayah Islam meluas ke Persia, Syam, dan Mesir.
Sebagai pemimpin, Umar sebagai sosok adil, sederhana, dan visioner, membangun sistem administrasi, peradilan, dan kesejahteraan sosial yang kuat.
Sementara serial itu menonjolkan dinamika politik, strategi militer, serta nilai kepemimpinan, keberanian, dan keimanan. Omar pun menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Islam.
5. Rise of Empires : Ottoman (2020)
Rise of Empires : Ottoman drama dokumenter sejarah Turki yang terdiri dari 6 episode yang rilis pada Januari 2020, tulisan Kelly McPherson bersama sutradara Emre Sahin. Serial itu mengisahkan kebangkitan Kesultanan Utsmaniyah melalui penaklukan Konstantinopel pada 1453.
Serial itu berfokus pada ambisi dan strategi Sultan Mehmed II, penguasa muda yang bertekad menaklukkan ibu kota Kekaisaran Bizantium yang selama berabad-abad tak tertembus.
Di sisi lain, Kaisar Konstantinus XI bersiap mempertahankan kota dengan segala sumber daya yang tersisa, menyadari masa depan kekaisarannya berada di ujung tanduk.
6. Muhammad The Messenger of God (2015)
Berlatar belakang abad keenam di mana sebuah kisah bercerita tentang masa kecil Nabi Muhammad, yang rilis pertama pada Februari 2015. Muhammad The Messenger of God tulisan Majid Majidi dan Kambuzia Partovi dengan produser Mohammed Mahdi, Heidarian, dan Mohammad Reza Sbaeri, serta sutradara Majid Majidi.
Mengisahkan masa awal kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari kondisi Jazirah Arab yang meliputi konflik, ketidakadilan, dan penyembahan berhala hingga peristiwa-peristiwa menjelang dan usai kelahirannya.
Film itu menampilkan masa kanak-kanak beliau sebagai anak yatim yang diasuh Aminah, Abdul Muthalib, dan Abu Thalib, serta menggambarkan tanda-tanda kemuliaan akhlak, kasih sayang, dan perlindungan Ilahi yang menyertainya sejak kecil.
Visual megah dan nuansa spiritual yang kuat menekankan pesan kemanusiaan, harapan, dan datangnya perubahan besar bagi peradaban. Namun, tanpa menampilkan wajah Nabi sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi Islam.
7. Sang Pencerah (2010)
Sang Pencerah film drama berdasarkan kisah nyata yang rilis 2010 dan sutradara Hanung Bramantyo. Film itu mengisahkan perjuangan Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dalam memperbarui pemahaman Islam di Kauman, Yogyakarta.
Hal tersebut terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 setelah menimba ilmu di Makkah.
Sekembalinya ke tanah air, ia melihat praktik keagamaan yang menurutnya bercampur dengan takhayul dan tradisi yang tidak sesuai ajaran Islam. Sehingga, bertekad melakukan pembaruan melalui pendidikan dan dakwah yang rasional serta damai.
Meski menghadapi penolakan keras, tekanan sosial, dan tuduhan menyimpang dari kalangan ulama setempat. Ahmad Dahlan tetap teguh memperjuangkan perubahan yang melahirkan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan besar dalam bidang keagamaan dan pendidikan di Indonesia.
Film-film tersebut dapat menjadi pilihan tontonan yang tidak hanya seru. Namun, turut menambah wawasan, baik untuk menemani waktu menunggu berbuka puasa maupun mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermakna.








