Jakarta (Lampost.co) – Film Agak Laen: Menyala Pantiku terus mencatatkan prestasi besar di bioskop Indonesia. Sekuel komedi ini menunjukkan performa impresif sejak awal penayangan.
Poin Penting
- Agak Laen: Menyala Pantiku meraih 9,2 juta penonton dalam 28 hari.
- Sekuel ini melampaui capaian film pertamanya yang dirilis pada 2024.
- Film ini resmi menjadi film Indonesia terlaris ketiga sepanjang masa.
- Selisih penonton dengan KKN Di Desa Penari masih berpotensi terkejar.
Dalam waktu 28 hari, film tersebut berhasil melampaui capaian penonton film pertamanya. Capaian ini menegaskan antusiasme publik yang masih sangat tinggi.
Berdasarkan data sementara Cinepoint per Kamis, 25 Desember 2025, jumlah penonton mencapai 9.218.660 orang. Angka tersebut melampaui total penonton Agak Laen versi 2024.
Film pertama sebelumnya menutup masa tayang dengan 9.126.607 penonton. Dengan demikian, sekuel ini resmi mencatat rekor baru.
Pihak rumah produksi Imajinari dijadwalkan mengumumkan angka resmi pada Jumat siang, 26 Desember 2025. Pengumuman tersebut dinantikan pelaku industri film.
Dengan capaian tersebut, Agak Laen: Menyala Pantiku kini menempati posisi ketiga film Indonesia terlaris sepanjang masa. Film ini sekaligus menggeser posisi sekuel pendahulunya.
Film arahan sutradara Muhadkly Acho tersebut kini membayangi peringkat kedua. Posisi itu masih ditempati KKN Di Desa Penari dengan 10.061.033 penonton.
Selisih penonton tercatat sekitar 842.373 orang. Jarak ini dinilai masih realistis untuk dikejar selama libur Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, posisi teratas masih ditempati film animasi JUMBO. Film tersebut mencatat total 10.233.002 penonton sepanjang penayangan.
Meski terus melesat, Agak Laen: Menyala Pantiku menghadapi persaingan ketat di bioskop. Beberapa film besar turut meramaikan layar lebar.
Film ini bersaing langsung dengan Avatar: Fire and Ash, Anaconda, serta horor lokal Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel. Persaingan tersebut meningkatkan dinamika pasar.
Dengan tren penonton yang stabil, peluang mencetak rekor baru tetap terbuka. Perkembangan jumlah penonton kini menjadi sorotan industri perfilman nasional.








