Jakarta (Lampost.co) – CEO Sony Pictures, Tom Rothman, akhirnya membongkar alasan film Spider-Man: No Way Home gagal tayang di China. Ternyata, badan sensor film China memberikan syarat yang sangat berat bagi pihak studio.
Poin Penting
- China melarang penayangan Spider-Man: No Way Home karena kehadiran Patung Liberty.
- Badan sensor China meminta Sony menghapus adegan klimaks yang berlatar di monumen tersebut.
- CEO Sony, Tom Rothman, menolak permintaan tersebut untuk menjaga integritas alur cerita film.
- Absennya pasar China membuat pendapatan film tertahan di angka US$1,9 miliar.
- Sony mengonfirmasi proyek Spider-Man: Brand New Day akan rilis pada 31 Juli 2026.
Mereka meminta Sony menghapus adegan Patung Liberty karena alasan ideologi politik. Namun, Tom Rothman dengan tegas menolak permintaan tersebut demi menjaga keutuhan cerita.
Sensor China Ingin Hapus Patung Liberty
Masalah utama muncul karena pertarungan klimaks film berlangsung sepenuhnya di monumen sejarah Amerika Serikat tersebut. Pihak sensor menganggap keberadaan Patung Liberty sebagai simbol yang tidak sesuai dengan visi mereka. Oleh karena itu, mereka meminta penghapusan adegan tersebut agar film bisa tayang.
Tom Rothman menjelaskan situasi sulit ini dalam sebuah sesi bincang-bincang di The Town Podcast. “(Badan Perfilman China) cuman bilang, ‘Hal kecil, gak masalah, cukup hapus Patung Liberty’. Padahal, itu titik klimaksnya. Itulah permintaan mereka,” ungkap Rothman. Meskipun kehilangan potensi pasar besar, ia tetap mempertahankan visi artistik film tersebut.
Dampak Besar pada Pendapatan Global
Ketidakhadiran film ini di bioskop China sangat memengaruhi total pendapatan dunia secara signifikan. Rothman merasa sedikit kesal karena angka pendapatan tertahan pada angka US$1,9 miliar. Padahal, ia yakin film ini bisa menembus angka US$2 miliar jika rilis di China.
Rothman memberikan penjelasan logis mengenai pencapaian finansial film pahlawan super garapan Sony tersebut. “Aku kesal harus bilang gini, tapi (No Way Home) cuman dapat 1,9 miliar (dolar). Kalian bilang, ‘1,9 miliar? Kenapa gak (dibulatkan jadi) 2 miliar?’. Alasannya, film itu gak masuk Cina,” jelasnya. “Di pikiranku, (pendapatan) kami mencapai lebih dari 2 miliar (dolar) karena aku tahu apa yang bisa kami dapatkan di China,” tambah sang CEO.
Masa Depan Spider-Man dan Penyegaran Total
Meskipun ada kendala sensor, Sony kini tengah menyiapkan proyek baru bertajuk Spider-Man: Brand New Day. Film mendatang akan menyuguhkan penyegaran total dengan melibatkan banyak wajah baru di layar lebar. Rencananya, Peter Parker versi Tom Holland akan segera bertemu dengan Hulk dan Punisher pada Juli 2026.








