Jakarta (Lampost.co) – Penyanyi berbakat Zara Larsson baru saja mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap seorang musisi R&B ternama. Hal tersebut terungkap melalui unggahan akun Instagram resmi Cosmopolitan pada Selasa, 24 Februari 2026.
Poin Penting
- Zara Larsson mengungkap daftar blokir Spotify miliknya dalam program “Cheap Shots” di Instagram Cosmopolitan.
- Penyanyi asal Swedia ini menolak mendengarkan karya dari musisi yang terlibat kasus kekerasan.
- Chris Brown menjadi salah satu nama utama yang ia hapus dari daftar putar pribadinya.
- Perseteruan digital keduanya ternyata sudah bermula sejak tahun 2016 di media sosial.
Saat mengikuti program “Cheap Shots”, artis asal Swedia ini mendapatkan tantangan menarik. Ia harus menyebutkan nama musisi yang tidak akan pernah masuk ke dalam playlist pribadinya. Secara mengejutkan, Larsson mengaku telah menutup akses bagi banyak artis.
“Ada banyak banget artis yang udah aku blokir di Spotify,” ungkap Larsson.
Baca juga : Lisa BLACKPINK Syuting Extraction: Tygo di Kemang, Polisi Siaga Ketat
Alasan Pemblokiran Musisi Tertentu
Selanjutnya, Zara Larsson membeberkan alasan mendalam di balik keputusan berani tersebut. Ia menegaskan tidak ingin mengapresiasi lagu-lagu karya pelaku kekerasan. Oleh karena itu, nama Chris Brown muncul sebagai daftar utama yang ia boikot.
“Dan semuanya itu pelaku kekerasan. Kalian sudah pasti tidak akan menemukan lagu Chris Brown (di playlist-ku). Dah!” tuturnya.
Setelah pernyataan itu viral, para penggemar mulai menelusuri kembali jejak perseteruan mereka. Ternyata, Chris Brown pernah memberikan komentar negatif terhadap sifat Larsson pada tahun 2016 silam. Meskipun insiden tersebut sudah lama berlalu, Larsson tetap teguh pada prinsipnya.
Prestasi Gemilang di Tengah Kontroversi
Meskipun sedang terlibat perdebatan panas, tahun 2026 menjadi periode emas bagi karier Larsson. Ia sukses meraih nominasi Grammy pertamanya melalui single populer berjudul “Midnight Sun”.
Ia bersaing ketat dalam kategori Best Dance Pop pada ajang bergengsi tersebut. Walaupun akhirnya kalah dari Lady Gaga, Larsson tetap tampil memukau pada acara pra-Grammy 2026. Ia membawakan versi akustik dari lagu andalannya dengan sangat emosional.
Kilas Balik Kasus Chris Brown
Keputusan Larsson ini tentu berkaitan erat dengan sejarah kelam Chris Brown pada tahun 2009. Saat itu, Brown terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap mantan kekasihnya, Rihanna.
Akibat perbuatannya, pengadilan menjatuhkan vonis lima tahun masa percobaan dan konseling kekerasan. Namun, Brown sempat mengungkapkan penyesalannya dalam film dokumenter pribadinya yang tayang tahun 2017.
Chris Brown mengaku merasa bersalah dan seolah menjadi “monster” ketika mengenang momen pertengkarannya dengan Rihanna pada 2009 lalu. Ia pun menyebut masih mencintai wanita yang akrab disapa Riri itu. Meskipun demikian, Zara Larsson tampaknya tetap enggan memberikan ruang bagi karya sang rapper.








