Jakarta (Lampost.co) – Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa siap mengedukasi penonton mengenai seluk-beluk praktik ilmu hitam di Indonesia. Sutradara Azhar Kinoi Lubis menegaskan bahwa karya terbaru ini memiliki perbedaan sangat signifikan daripada film horor lainnya.
Poin Penting
- Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa memberikan edukasi mendalam mengenai jenis-jenis ilmu hitam.
- Sutradara Azhar Kinoi Lubis menonjolkan aspek body horror untuk menggambarkan dampak nyata santet.
- Penulis skenario melakukan riset khusus di Jawa Timur untuk membedakan karakteristik santet antar daerah.
- Luna Maya menjelaskan bahwa unsur klenik menjadi penggerak utama alur cerita dan perkembangan karakter.
“Banyak sekali film-film aku juga bercerita tentang santet ya, tapi selalu yang orang tahu hanya menyerang kayak gitu tuh,” ungkap Azhar Kinoi Lubis di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Februari 2026.
Baca juga : Sinopsis Ghost in the Cell: Film Horor Komedi Unik Garapan Joko Anwar
Perbedaan Karakteristik Santet Daerah
Azhar juga menjanjikan visualisasi yang lebih detail mengenai jenis-jenis sihir daerah. Oleh karena itu, penonton akan mengenal berbagai nama santet yang selama ini jarang terungkap ke publik.
“Nah, kalau di sini beberapa santet tuh dikasih tahu. ‘Ini santet ini namanya’, ini ya aku nggak bisa ceritain nanti spoiler,” lanjutnya.
Film yang dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian ini menonjolkan aspek body horror yang sangat mengerikan. Selanjutnya, penonton dapat melihat efek fisik yang dialami korban secara lebih nyata dan mencekam.
Baca juga : Perjuangan Luna Maya Nyaris Tenggelam Saat Syuting Film Suzzanna Terbaru
“Bagaimana efek dari si korban yang akan menerima santet itu, ya itu body horror-nya ya. Kayak gitu tuh. Itu yang terjadi, kayak gitu loh,” ujar Azhar Kinoi Lubis.
Riset Mendalam di Jawa Timur
Penulis skenario Jujur Prananto melakukan riset mendalam di Jawa Timur selama beberapa bulan untuk memperkuat naskah. Hal ini penting karena istilah santet memang sangat populer di wilayah ujung timur pulau Jawa tersebut.
“Karena santet itu kan dikenal ilmu sihir yang disebut santet itu di Jawa Timur. Kalau di Jawa Tengah kan teluh, terus ada tenung, kayak gitu kan. Kalau di Sumatera Begu Ganjang, kayak gitu tuh,” jelas Kinoi.
Selain itu, film ini menampilkan perbedaan karakteristik antara santet asal Ponorogo dan Banyuwangi sebagai tambahan wawasan. Namun, tim produksi menegaskan bahwa tujuannya murni untuk pengetahuan, bukan untuk dipelajari praktiknya.
“Di film inilah kita perlihatkan gitu loh, oh ternyata ada santet Ponorogo ya, khasnya kayak gini. Oh Banyuwangi kayak gini ya, kayak gitu loh,” tambahnya.
Santet Sebagai Penggerak Utama Cerita
Luna Maya menjelaskan bahwa unsur klenik dalam film ini memiliki peran krusial bagi perkembangan alur cerita. Oleh sebab itu, setiap tindakan karakter memiliki landasan filosofi yang sangat mendalam dan kuat.
“Bukan cuma sekadar ‘Oh dia disantet, ada begini’, tapi santet inilah yang menggerakkan cerita dan karakternya,” kata Luna Maya.
Karakter Suzzanna akan menunjukkan perjalanan seseorang yang terjebak dalam situasi sulit sehingga harus mengenal sisi gelap dosa.
“Kenapa sampai orang menyantet, kenapa orang sampai belajar santet, dan ini menggerakkan keseluruhan cerita dari film ini,” ujar Luna Maya.
“Kayak melihat perjalanan seseorang yang berada di situasi tertentu sehingga dia harus tahu lebih terhadap sesuatu yang bernama dosa ini lah,” pungkasnya.
Sinopsis Singkat dan Jadwal Tayang
Cerita berfokus pada balas dendam tragis Suzzanna terhadap Bisman (Clift Sangra) yang telah membunuh ayahnya. Suzzanna kemudian nekat mempelajari ilmu hitam meskipun harus berhadapan dengan dilema batin yang luar biasa hebat.
Ia harus memilih antara memuaskan amarah atau mempertahankan cintanya pada Pramuja (Reza Rahadian) yang taat beragama. Akhirnya, nantikan penayangan film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa secara serentak pada Lebaran 2026 mendatang.








