Pengumuman bintang film Laut Bercerita memicu perdebatan warganet soal aktor, visual, dan risiko politik cerita Orde Baru.
Jakarta (Lampost.co) – JAFF Market 2025 resmi mengumumkan jajaran bintang film panjang Laut Bercerita. Pengumuman ini langsung memicu reaksi besar dari warganet. Acara tersebut mengonfirmasi Yosep Anggi Noen sebagai sutradara. Ia bekerja sama dengan Leila S. Chudori yang kembali menulis skenario adaptasi.
Selain itu, film panjang ini tetap menghadirkan Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo. Keduanya kembali memerankan Biru Laut dan Kasih Kinanti.
Baca juga : Agak Laen: Menyala Pantiku! Tembus 2 Juta Penonton dalam Lima Hari
Kemudian, film ini juga mengenalkan aktor lain seperti Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, dan Arswendy Bening Swara. Rilis film dijadwalkan tahun depan.
Namun, warganet sempat membicarakan kemungkinan aktor baru di proyek tersebut. Seorang pengguna X berharap El Putra berperan sebagai Biru Laut bersama Jasmine Nadya.
“Selamat tinggal El Putra dan Jasmine Nadya sebagai Laut dan Anjani. Aku akan selalu berharap kalau kalian (yang jadi pemeran utama),” tulis akun tersebut.
Komentar itu membuat beberapa warganet menilai bahwa pilihan itu hanya berdasarkan visual. Mereka menganggap peran ini terlalu berat bagi aktor baru.
Warganet lain juga bersyukur karena bukan aktor pendatang baru yang memerankan tokoh tersebut. Menurut mereka, cerita ini terlalu sensitif secara politik.
“Diikhlasin, ya, kak. Soalnya masih rawan banget sebenernya buku ini difilmkan di bioskop. Kalau aktor muda takut kenapa-napa. Jadi, mungkin dipilihlah aktor yang bisa dibilang udah punya power di negara ini,” tulis akun @/bae********.
Komentar lain juga menyoroti risiko besar bagi aktor muda jika terlibat dalam film penuh kritik sosial tersebut.
“Kalau dari segi visual dan umur emang El cocok buat peranin Laut. Tapi, terlalu high risk dan dia baru naik daun juga. Tau filmnya bakal diangkat di layar lebar aja udah deg-degan banget. Takut ada apa-apa,” tutur akun @/cha*********.
“Setelah denger proses syuting film pendeknya, rasanya pemainnya harus punya backingan kuat,” ketik akun @/_th***********.
Perdebatan itu muncul karena proses produksi film pendek Laut Bercerita pernah penuh tekanan. Sutradara Pritagita Arianegara mengaku sempat takut saat menggarap film ini.
Ia bahkan menyamarkan judul dan properti untuk melindungi seluruh tim produksi. Cerita itu membuat publik semakin memahami risiko pembuatan film tersebut.
Pemilihan Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo akhirnya menjadi keputusan tepat. Keduanya memiliki reputasi kuat untuk menghadapi potensi tekanan.
Film pendek awalnya akan berdurasi sepuluh menit. Namun, durasinya menjadi tiga puluh menit karena banyak elemen penting novel tak bisa di hapus.
Novel Laut Bercerita sendiri menggambarkan penculikan para aktivis pada masa Orde Baru. Cerita itu menghadirkan tragedi, penyiksaan, serta perjuangan keluarga mencari kebenaran.
Novel ini terbagi menjadi dua sudut pandang. Bagian pertama milik Biru Laut yang menceritakan penderitaannya hingga ke dasar laut.
Bagian kedua menghadirkan suara Asmara Jati. Ia berusaha mencari keadilan setelah Biru Laut dan teman-temannya menghilang tanpa jejak.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update