Film Ghost in the Cell sukses meraih 3 juta penonton pada hari ke-25 tayang. Karya Joko Anwar ini juga pecahkan rekor distribusi di 86 negara.
Jakarta (Lampost.co) – Film Ghost in the Cell berhasil mencatat prestasi besar pada industri sinema Tanah Air. Karya sutradara Joko Anwar ini resmi meraih 3 juta penonton pada hari ke-25 penayangannya. Kabar membanggakan ini muncul langsung melalui unggahan Instagram pribadi sang sutradara kawakan tersebut.
Joko Anwar menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas antusiasme luar biasa dari masyarakat Indonesia. Ia pun mengunggah poster pencapaian jumlah penonton sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemar film. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kualitas film horor komedi Indonesia semakin mendapat tempat di hati pemirsa.
Baca juga : Joko Anwar Adaptasi Film Ghost in the Cell Menjadi Teater Musikal
Joko Anwar menuliskan rasa bahagianya dalam keterangan unggahan tersebut:
“ALHAMDULILLAH PUJI TUHAN. Sampai dengan sore hari ke-25, Ghost in the Cell sudah mencapai 3 juta penonton. Terima kasih yang sudah jadi bagian dari pencapaian kita bersama ini!” tulisnya.
Perjalanan kesuksesan film ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal rilis pada 16 April 2026. Pada hari pembukaan saja, Ghost in the Cell langsung mengantongi 154.279 penonton. Selanjutnya, angka tersebut terus melonjak tajam hingga menembus 1 juta penonton hanya dalam enam hari.
Tren positif ini pun berlanjut pada minggu-minggu berikutnya di seluruh bioskop Indonesia. Pada hari ke-13, film yang dibintangi Abimana Aryasatya ini telah meraih lebih dari 2 juta penonton. Pertumbuhan jumlah penonton yang stabil menunjukkan kekuatan narasi serta daya tarik visual yang sangat kuat.
Selain sukses secara domestik, Ghost in the Cell juga berhasil mengguncang pasar internasional. Film ini memecahkan rekor sebagai film Indonesia dengan distribusi negara terbanyak sepanjang sejarah. Plaion Pictures bertindak sebagai distributor global yang membawa film ini ke 86 negara berbeda.
Joko Anwar memberikan penjelasan mengenai pencapaian bersejarah bagi perfilman nasional ini:
“Ghost in the Cell kini memegang rekor sebagai film Indonesia yang dijual ke negara terbanyak dalam sejarah perfilman Tanah Air, dengan distribusi mencapai 86 negara.” ungkap Joko Anwar.
Film ini menawarkan premis yang sangat segar melalui perpaduan genre horor dan komedi. Ceritanya berfokus pada kehidupan para narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan yang penuh dengan tekanan. Atmosfer gelap di dalam sel seketika berubah menjadi sangat mencekam sejak kehadiran tahanan baru.
Berbagai kematian misterius mulai menghantui para penghuni lapas secara beruntun dan mengerikan. Namun, Joko Anwar tetap menyisipkan elemen komedi yang pas di tengah situasi yang sangat tegang. Alur misteri yang sangat kuat sukses membuat penonton terus merasa penasaran hingga akhir cerita.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update