Jakarta (Lampost.co) – Aktris papan atas Zendaya akhirnya menanggapi viralnya foto pernikahan dirinya dengan sang kekasih, Tom Holland. Melalui acara Jimmy Kimmel Live pada Selasa, 17 Maret 2026, Zendaya menjelaskan fakta sebenarnya di balik visual tersebut. Ternyata, foto yang terlihat sangat nyata itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.
Poin Penting
- Fakta Foto: Foto pernikahan viral Zendaya dan Tom Holland murni merupakan hasil karya teknologi AI.
- Klarifikasi Resmi: Zendaya memberikan penjelasan langsung saat menjadi tamu di acara Jimmy Kimmel Live Maret 2026.
- Reaksi Publik: Gambar tersebut menipu jutaan orang hingga meraih lebih dari 12 juta tanda suka di media sosial.
- Dampak Sosial: Beberapa kenalan Zendaya sempat merasa tersinggung karena mengira acara pernikahan tersebut benar-benar terjadi.
Zendaya mengaku sangat terkejut melihat reaksi publik yang sangat masif terhadap unggahan karya kreator digital tersebut. Meskipun hanya gambar buatan, banyak orang terdekat sang aktris sempat terkecoh dan memberikan ucapan selamat. Aktris film Spider-Man ini pun menceritakan pengalaman lucunya saat bertemu orang-orang di tempat umum.
Kepada Jimmy Kimmel, Zendaya mengungkapkan sebuah pernyataan langsung yang memicu tawa penonton:
“Banyak banget yang ketipu. Bahkan pas aku lagi jalan-jalan biasa, ada yang bilang, ‘Ya ampun, foto pernikahanmu cantik banget.’ Aku cuma bisa jawab, ‘Sayang, itu AI,’” ungkap Zendaya.
Lebih lanjut, Zendaya membenarkan bahwa beberapa pihak bahkan sempat merasa kesal karena tidak menerima undangan pernikahan tersebut. Padahal, gambar asli buatan Juan Regueira Rodriguez itu baru diunggah pada awal Maret 2026 lalu. Namun, foto tersebut sukses meraih lebih dari 12 juta tanda suka karena detail visualnya yang luar biasa.
Saat ini, internet masih terus membicarakan betapa canggihnya teknologi AI dalam meniru momen-momen sakral para selebritas. Meskipun hanya fiktif, penggemar tetap berharap agar pernikahan nyata antara Zendaya dan Tom Holland segera terwujud. Klarifikasi ini pun secara otomatis mengakhiri spekulasi liar yang berkembang di media sosial selama beberapa pekan terakhir.








