Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung bersama 143 personel gabungan dari TNI, POLRI, BIN, dan Bea Cukai melakukan penggerebekan. Operasi bersama pemberantasan dan pemulihan kampung rawan narkotika di Kabupaten Pesawaran, Jumat, 7 November 2025 itu mendapat perlawanan.
Perlawanan tersebut ketika BNNP Lampung memusnahkan lokasi transaksi, operasi di Desa Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng. Perlawanan sengit itu berupa pelemparan batu terhadap dua kendaraan petugas.
Kepala BNN Provinsi Lampung, Kombes Pol. Sakeus Ginting, selaku penanggung jawab operasi menjelaskan. Kegiatan ini menyasar area kolam pemancingan dan gubuk yang berada di Desa Negara Ratu Wates dan Desa Gunung Sugih Baru.
“Kegiatan operasi ini merupakan wujud sinergi antara BNN dan stakeholder serta masyarakat dalam melawan narkoba. Ini sebagai implementasi program War On Drugs for Humanity,” ujarnya, Selasa, 11 November 2025.
Kemudian ia menegaskan bahwa operasi ini terlaksanakan secara terpadu bersama TNI, POLRI, BIN, Bea Cukai, dan Pemerintah Daerah. Ini sebagai wujud kehadiran negara dalam menanggulangi permasalahan narkoba.
Selanjutnya dalam pergerakan menuju lokasi sasaran. Tim gabungan yang terdiri dari 143 personel, termasuk 30 personel Sat Brimob Polda Lampung dan 36 personil BNNP Lampung. Menghadapi kondisi lapangan yang tidak kondusif.
“Terjadi perlawanan dari sebagian masyarakat Desa Gunung Sugih Baru. Berupa pelemparan batu terhadap dua kendaraan petugas, menyebabkan kerusakan ringan,” katanya.
Kemudian ia menambahkan bahwa situasi berhasil terkendalikan berkat koordinasi seluruh personel gabungan. Meskipun beberapa pelaku melarikan diri sebelum tim gabungan tiba pada lokasi.








