Bandar Lampung (Lampost.co): Dewan Pendidikan Provinsi Lampung menegaskan pentingnya akurasi data pendidikan sebagai faktor penentu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ketua Dewan Pendidikan Lampung, Syaefrimen, mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan berperan aktif memperbarui data pendidikan dalam dokumen kependudukan, khususnya Kartu Keluarga (KK).
Ia menilai banyak warga tidak memperbarui data pendidikan meski telah menempuh jenjang lebih tinggi. Kondisi ini menekan angka rata-rata lama sekolah yang menjadi salah satu indikator utama dalam penghitungan IPM.
“Kesadaran masyarakat harus kita bangun. Jangan menunggu kebutuhan administrasi baru memperbarui data. Hal ini menyangkut gambaran kualitas sumber daya manusia kita,” ujar Syaefrimen.
Ia menegaskan setiap jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi seperti S1, S2, dan S3, harus masuk secara benar dalam sistem administrasi kependudukan.
Ia menjelaskan pencatatan data pendidikan yang akurat akan membuat perhitungan IPM mencerminkan kondisi riil masyarakat. Ia juga menilai pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama di sektor pendidikan, jika memiliki data yang valid.
Syaefrimen menilai masyarakat perlu mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menyinkronkan data pendidikan dan kependudukan. Ia menegaskan tanpa partisipasi aktif warga, pembenahan sistem tidak akan berjalan optimal.
“Ini bukan sekadar urusan data, tetapi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Lampung,” tegasnya.
Ia berharap peningkatan kesadaran masyarakat dalam memperbarui data pendidikan akan memperkuat validitas data pemerintah sekaligus mendorong peningkatan IPM secara signifikan di masa mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update