Bandar Lampung (Lampost.co) — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang waktunya berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Lampung (FKUB) mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan.
Ketua FKUB Lampung, Baharuddin menegaskan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif tengah keberagaman etnis dan agama yang ada provinsi ini.
“Momentum Imlek yang berdekatan dengan Ramadhan hendaknya menjadi penguat semangat toleransi. Kami berharap seluruh umat saling menghormati dan bersama-sama menjaga ketertiban,” ujarnya.
Baca juga : Imlek 2026, Produksi Kue Keranjang di Bandar Lampung Tembus 2.000 Buah per Hari
Ia menilai keberagaman Lampung merupakan anugerah yang harus terjaga bersama .
Menurutnya, kehidupan harmonis hanya dapat terwujud jika setiap elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan, terutama saat dua momentum keagamaan besar berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.
FKUB juga mengajak masyarakat untuk memberi ruang bagi warga Tionghoa merayakan Imlek dengan aman, damai, dan penuh suka cita.
Pada sisi lain, warga Tionghoa diharapkan tetap menjaga tenggang rasa terhadap umat Islam yang tengah bersiap menyambut dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Salah satu bentuk penghormatan yang tersampaikan adalah imbauan agar tidak makan dan minum secara terbuka pada siang hari selama Ramadhan.
Langkah tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap umat Muslim yang berpuasa.
Tak hanya itu, FKUB juga meminta pengurus masjid dan mushalla agar bijak dalam penggunaan pengeras suara sebagai sarana syiar agama.
Kebijakan yang proporsional penting untuk menciptakan rasa nyaman bersama serta memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.
Dengan komitmen saling menjaga dan menghargai, FKUB berharap perayaan Imlek 2026 dan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dapat berlangsung dengan damai, sejuk, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Lampung.








