Bandar Lampung (Lampost.co) — Ketegangan yang terjadi pada kawasan Timur Tengah memunculkan kekhawatiran bagi keluarga jamaah umrah asal Indonesia, termasuk dari Bandar Lampung.
Sejumlah keluarga mengaku cemas dengan kondisi terbaru kawasan tersebut, terlebih karena lokasi konflik tidak terlalu jauh dari Arab Saudi, tempat ibadah umrah berlangsung.
Risma, warga Gunung Terang, Bandar Lampung, mengungkapkan rasa waswasnya terhadap kondisi orang tuanya yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
Ia menyebut orang tuanya berangkat pada akhir Februari lalu dan kembali ke tanah air pada 5 Maret 2026.
“Karena Iran kan dekat dengan Arab Saudi, takutnya terdampak,” kata Risma, merujuk pada meningkatnya tensi di kawasan yang melibatkan Iran.
Menurutnya, hingga saat ini komunikasi dengan orang tuanya masih berjalan lancar.
Namun, ia belum mendapatkan kepastian apakah jadwal kepulangan akan tetap sesuai rencana atau mengalami penundaan akibat situasi keamanan.
“Jadwal pulang 5 Maret 2026. Tapi nggak tahu apakah mundur atau seperti apa. Harapannya meskipun mundur waktunya, tetap dalam keadaan yang baik,” ujarnya.
Risma berharap seluruh jamaah umrah asal Indonesia mendapatkan pengawasan dan pendampingan maksimal dari pihak penyelenggara perjalanan ibadah.
Ia menekankan pentingnya koordinasi ketat antara jasa travel dan otoritas setempat guna memastikan keselamatan jamaah hingga kembali ke tanah air.
“Kami berharap semua jamaah asal Indonesia terjaga ketat oleh pihak jasa travel, sehingga bisa pulang dengan selamat,” tambahnya.
Kekhawatiran serupa juga terasa oleh keluarga jamaah lainnya asal Bandar Lampung.
Mereka terus memantau perkembangan situasi melalui pemberitaan dan berharap kondisi kawasan Timur Tengah segera kondusif agar seluruh jamaah dapat menuntaskan ibadah dengan tenang serta kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.








