Kurban LDII Lampung Naik 30 Persen, Capai 1.700 Ekor Sapi

Peningkatan jumlah kurban tersebut menjadi sinyal positif di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya menguntungkan.

Editor Nur
Rabu, 27 Mei 2026 13.09 WIB
Kurban LDII Lampung Naik 30 Persen, Capai 1.700 Ekor Sapi
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menilai peningkatan jumlah hewan kurban menjadi salah satu bukti nyata bahwa keimanan mampu menjadi penggerak kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Bandar Lampung (Lampost.co)– Penyembelihan hewan kurban oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) wilayah Lampung tahun ini meningkat hingga 30 persen jika membandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ketua DPW LDII Lampung, dr Aditya M Biomed, mengatakan jumlah hewan kurban sapi warga LDII di Lampung pada tahun ini mencapai sekitar 1.700 ekor, dan kurban kambing 1.500 ekor lebih.

Menurutnya, peningkatan jumlah kurban tersebut menjadi sinyal positif di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya menguntungkan.

“Di tengah situasi ekonomi saat ini, kenaikan jumlah kurban harapannya menjadi angin segar. Artinya masyarakat masih memiliki ketahanan dan tidak hanya mengeluh, tetapi mampu mencari peluang di tengah kesempitan,” ujarnya.

Ia mengatakan, semangat berkurban telah pihaknya tanamkan sejak dini kepada seluruh warga LDII. Mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan membiasakan budaya menabung untuk kurban setiap tahun.

Penggerak Kehidupan Sosial

Ketua FKUB Lampung, Bahrudin, menambahkan peningkatan jumlah hewan kurban menjadi salah satu bukti nyata bahwa keimanan mampu menjadi penggerak kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Dalam kegiatan keagamaan, masyarakat tidak hanya didorong menjalankan ibadah individual semata. Tetapi juga memperkuat ibadah sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Dalam beragama tidak cukup hanya memikirkan ibadah individual yang sifatnya spiritual. Tetapi ibadah sosial juga harus berjalan seiring, dipraktikkan, dijalankan, dan dikerjakan,” ujar

Kerukunan Umat Beragama

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan keterlibatan berbagai komponen masyarakat. Termasuk melalui dakwah dan edukasi yang terus dilakukan kepada masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Badan Litbang Kementerian Agama, indeks kerukunan umat beragama di Provinsi Lampung berada pada kategori sangat tinggi dan melampaui rata-rata nasional.

Pada 2025, indeks kerukunan umat beragama Lampung tercatat mencapai 80,39 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional sebesar 77,8 persen.

Penilaian itu tidak hanya mencakup aspek kerukunan. Tetapi juga toleransi, kesetaraan, dan suasana persaudaraan antarpemeluk agama.

“Dukungan lintas agama selama ini turut mendorong Lampung tetap aman dan damai. Spirit keagamaan juga menjadi dorongan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini patut diapresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, survei tersebut dilakukan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) menggunakan metode ilmiah. Meski demikian, ke depan aspek toleransi dan kesetaraan dinilai masih perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan literasi kepada masyarakat.

“Termasuk pemahaman bahwa seluruh pemeluk agama memiliki hak yang sama dalam menjalankan kegiatan keagamaannya,” lanjutnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI