Idul Adha Momentum Syukur dan Taqwa

Momentum kepedulian sosial melalui ibadah kurban dan semangat persaudaraan.

Editor Mustaan, Penulis Setiaji B Pamungkas
Rabu, 27 Mei 2026 10.06 WIB
Idul Adha Momentum Syukur dan Taqwa

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum memperkuat rasa syukur, ketakwaan, serta kepedulian sosial. Hal itu dilakukan melalui ibadah kurban dan semangat persaudaraan.

Pesan tersebut disampaikan Zulkarnain saat menjadi khotib Salat Iduladha 1447 Hijriah di pelataran Masjid Masjid Ulul Albaab, Perumahan Bataranila, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dalam khutbahnya, Zulkarnain mengajak jamaah untuk terus mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT pada hari raya Iduladha. Hal itu harus dilakukan hingga hari tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah.

“Hari raya ini adalah momentum kita terus mentakbirkan dan mengesakan Allah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang begitu banyak diberikan kepada kita,” ujarnya.

Nikmat yang Banyak

Ia mengutip Surah Al-Kautsar ayat pertama, Inna a’thainakal kautsar, yang bermakna Allah telah memberikan nikmat yang sangat banyak kepada umat manusia. Menurutnya, manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat Allah SWT.

Karena itu, lanjut dia, salah satu bentuk syukur yang diperintahkan Allah adalah mendirikan salat dan menunaikan ibadah kurban sebagaimana firman-Nya, Fa salli li rabbika wanhar.

“Allahu memerintahkan kita untuk menegakkan salat dan berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan,” katanya.

Tiga Pelajaran

Dalam khutbah tersebut, Zulkarnain juga menyampaikan sedikitnya tiga pelajaran penting dari Hari Raya Iduladha. Salah satunya tentang makna wukuf di Arafah yang menjadi inti ibadah haji.

Ia menggambarkan suasana jutaan umat Islam berkumpul di Padang Arafah sebagai miniatur Padang Mahsyar. Menurutnya, seluruh jamaah hadir dengan pakaian yang sama tanpa membedakan status sosial, suku, bangsa, maupun jabatan.

“Tidak ada perbedaan antara presiden dan rakyat, antara orang kaya dan orang miskin. Semua sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya,” ucapnya mengutip firman Allah, Inna akramakum ‘indallahi atqakum.

Zulkarnain juga mengajak jamaah mendoakan seluruh jamaah haji Indonesia agar memperoleh haji yang mabrur. Ia menyebut balasan bagi haji mabrur tidak lain adalah surga dari Allah SWT.

“Kita doakan seluruh jamaah haji tahun ini dan yang akan datang mendapatkan haji yang mabrur, dan balasannya tiada lain kecuali surga Allah SWT,” tuturnya.

Laporan Hewan Kurban

Sementara itu ketua takmir masjid Ulul Albaab Agung M Iqbal menjelaskan total hewan kurban yang terkumpul yakni 20 ekor sapi dan 12 ekor kambing.

Hewan kurban itu akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat Bataranila. Selain itu, daging kurban juga diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah Perumahan Bataranila.

Sementara itu, suasana Salat Iduladha di Masjid Ulul Albaab berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah memadati area pelataran masjid sejak pagi hari. Mereka datang untuk menunaikan salat Id bersama keluarga dan masyarakat sekitar.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI