Bandar Lampung (Lampost.co)–Indonesia telah akan mendapatkan bonus demografi, yakni ledakan jumlah masyarakat usia produktif. Namun tanpa persiapan yang matang, ledakan populasi itu tentu bisa menjadi boomerang bagi pemerintah sendiri.
Akademisi Unila, Prof Undang Rosidin mengungkapkan, potensi bonus demografi itu harus tersiapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sehingga ketika ledakan populasi itu terjadi, Indonesia termasuk Lampung akan bajir dengan SDM yang memiliki keahlian.
Salah satu upaya yang harus pemerintah lakukan melalui peningkatan mutu pendidikan. Undang mengatakan pemerintah harus bisa menyelesaikan persoalan akses pendidikan bagi masyarakat terlebih kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Baca Juga: Gubernur Lampung Tekanan Bonus Demografi Sebelum 2028
“Di Lampung ini banyak yang putus sekolah di SMA, ketika lulus pun masih banyak yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi,” ungkap Pakar Pendidikan Lampung itu, Kamis, 29 Mei 2025.
Pemerintah harus bisa melakukan evaluasi dan memberikan solusi terhadap persoalan tersebut. Jika membiarkan kondisi itu, maka akan mempengaruhi kualitas SDM yang menjadi bagian bonus demografi nantinya.
Sebagai langkah awal, lanjutnya, pemerintah hsrus menjamin pendidikan minimal hingga menengah pertama atau wajib belajar 9 tahun. Hal tersebut sesuai hasil gugatan JPPI terkait Pasal 34 ayat 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang MK kabulkan.
“Di daerah tinggal bagaimana pemerintah menyiapkan akses pendidikan hingga 12 tahun sampai SMA,” kata dia.
Namun untuk mencapai SDM berkualitas, upaya pemerintah tidak bisa berhenti hingga SMA. Para siswa yang lulus harus terfasilitasi agar bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.
“Pemerintah harus melakukan identifikasi apa alasan masyarakat tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Seperti menyediakan beasiswa bagi masyarakat tidak mampu,” jelasnya.
Akses dan mutu layanan pendidikan juga mesti mendapat perhatian. Pemerintah harus menyediakan fasilitas belajar yang memadai serta pengajar yang memiliki mutu yang baik.








