PPTQ Assahil Ikuti Diseminasi Pesantren Sehat Kemenkes RI

Dorong Budaya Hidup Bersih dan Lingkungan Aman bagi Santri

Editor Mustaan
Selasa, 19 Mei 2026 13.28 WIB
PPTQ Assahil Ikuti Diseminasi Pesantren Sehat Kemenkes RI

JAKARTA (lampost.co) — Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Assahil, Gus Muhammad Latif Mukti, mengikuti kegiatan Diseminasi Pedoman Penyelenggaraan Pesantren Sehat yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara daring pada 18–21 Mei 2026.
Keikutsertaan pesantren tersebut menjadi bagian dari komitmen PPTQ Assahil dalam memperkuat lingkungan pendidikan berbasis kesehatan, kebersihan, dan keselamatan santri. Ini juga sesuai pedoman pemerintah.

Dalam keterangannya, Gus Muhammad Latif Mukti menegaskan konsep pesantren sehat tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga pembentukan budaya hidup bersih dan kesadaran kesehatan di lingkungan pesantren.

“Pesantren sehat bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga budaya hidup bersih dan pemahaman kesehatan bagi santri maupun para asatidz,” ujarnya.

Pesantren Hadapi Tantangan Kesehatan Lingkungan

Program pesantren sehat menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat kualitas kesehatan lingkungan pendidikan keagamaan. Sebab, pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut terkait sanitasi, pola hidup sehat, hingga pencegahan penyakit menular.

Karena itu, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Agama Republik Indonesia menyusun pedoman penyelenggaraan pesantren sehat yang diharapkan menjadi acuan bagi pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Kegiatan diseminasi tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah secara nasional, melibatkan:

  1. Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota,

    Puskesmas,

    Kantor Wilayah dan Kantor Kemenag,

    organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,

    hingga pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah Indonesia.

Bahas Tata Kelola Pesantren Sehat

Rangkaian kegiatan dimulai pada 18 Mei dengan registrasi peserta dan brainstorming modul MOOC Kader Santri Sehat. Selanjutnya pada 19–20 Mei peserta mendapatkan materi terkait:

  • kebijakan pesantren sehat,
    praktik terbaik (best practice),
    tata kelola kesehatan pesantren,
    serta peran tim pengelola pesantren sehat.
    Kegiatan kemudian ditutup pada 21 Mei dengan penyusunan rencana tindak lanjut dan penyelesaian administrasi program.

Direktur Litbang PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurochman, M.Ed., berharap hasil kegiatan tersebut dapat segera diterapkan di lingkungan pesantren guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan santri. “Ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan demi kenyamanan dan keselamatan para santri,” ujarnya.

Perkuat Edukasi Kesehatan Santri

Pengamat pendidikan Islam menilai konsep pesantren sehat menjadi semakin penting pascapandemi, terutama untuk memperkuat kesadaran sanitasi, pola hidup bersih, serta layanan kesehatan dasar di lingkungan pondok pesantren.

Selain menjaga kesehatan fisik, pendekatan tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya disiplin hidup sehat di kalangan santri sejak dini.

Kegiatan diseminasi ini dimoderatori Nur Fatayani, S.Pd., MKM dan diselenggarakan Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI. Lembaga ini berada di bawah pimpinan dr. Niken Wastu Palupi, MKM.

Melalui partisipasi dalam program nasional tersebut, PPTQ Assahil berharap mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan. Namun, juga sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh santri.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI