Bandar Lampung (Lampost.co) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung terus bergerak menuju standar keamanan pangan yang lebih ketat.
Hingga kini, ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini sebagai syarat penting untuk menjamin kualitas makanan bagi para penerima manfaat.
Ketua Pelaksana Satgas MBG Lampung, Saipul, menyebutkan dari total 1.158 dapur SPPG yang telah beroperasi di Lampung. Sebanyak 376 dapur sudah resmi memiliki SLHS. Sementara itu, 416 dapur lainnya tinggal menunggu proses penerbitan sertifikat karena seluruh persyaratan dinyatakan telah terpenuhi.
“Kalau seluruh proses penerbitan selesai, maka jumlah dapur yang bersertifikat bisa mencapai 792 unit,” ujar Saipul, Senin, 25 Mei 2026.
Tak hanya itu, terdapat lebih dari 500 dapur lain yang masih berada dalam tahap pengajuan sertifikat.
Pemerintah daerah bersama Satgas MBG kini mempercepat pendampingan agar seluruh dapur memenuhi standar sanitasi sesuai petunjuk teknis program nasional tersebut.
Menurut Saipul, tantangan terbesar justru muncul pada aspek infrastruktur sanitasi, terutama Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengujian kualitas air.
“IPAL menjadi kendala utama karena banyak dapur yang belum memenuhi standar. Biaya pembangunan instalasi juga cukup besar, tetapi ini wajib demi menjamin keamanan makanan,” katanya.
Satgas MBG menilai keberadaan SLHS bukan sekadar formalitas administrasi. Melainkan bentuk perlindungan terhadap kesehatan ribuan penerima manfaat program makan gratis, khususnya pelajar.
Secara wilayah, dapur SPPG bersertifikat paling banyak berada di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 52 dapur. Kemudian Kota Bandar Lampung 50 dapur dan Lampung Tengah 45 dapur.
Sementara daerah dengan proses penerbitan SLHS terbanyak saat ini berada di Kota Bandar Lampung dengan 72 dapur.
Pemerintah daerah berharap percepatan sertifikasi dapat berjalan paralel dengan peningkatan kualitas fasilitas dapur. Sehingga program MBG tidak hanya menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan nasional.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update