Bandar Lampung (lampost.co)–Provinsi Lampung kembali mendapatkan alokasi pembangunan empat lokasi proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap II pada tahun ini. Kepastian penambahan lokasi proyek strategis nasional tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan pemerintah daerah setempat.
Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni, menjelaskan seluruh proyek baru tersebut sudah melewati tahapan peletakan batu pertama. Petugas di lapangan saat ini sedang mengebut proses konstruksi fisik bangunan.
“Seluruh lokasi tersebut saat ini sedang dalam proses pembangunan intensif,” ujar Liza Derni, Senin, 25 Mei 2026.
Berikut adalah sebaran empat lokasi proyek KNMP Tahap II di wilayah Provinsi Lampung:
KNMP Tegineneng: Terletak di wilayah Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.
KNMP Cabang: Berada di kawasan Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.
KNMP Kuncir: Dibangun di lingkungan Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
KNMP Durian: Berlokasi di wilayah Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah berhasil merampungkan pembangunan empat lokasi proyek KNMP pada Tahap I tahun 2025 lalu. Lokasi tersebut meliputi KNMP Ketapang dan KNMP Bandar Agung di Lampung Selatan.
Dua titik lainnya berada di KNMP Sukorahayu dan KNMP Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Pemerintah pusat telah melengkapi kawasan nelayan tersebut dengan berbagai fasilitas penunjang modern.
Fasilitas itu meliputi tempat pendaratan ikan, balai pertemuan, kios perbekalan, pabrik es, gudang beku, hingga stasiun pengisian bahan bakar. Seluruh infrastruktur ini terbukti ampuh meningkatkan produktivitas harian dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Selain menata kampung nelayan, pemerintah juga meluncurkan Program Kampung Tematik Budidaya Ikan di 15 kabupaten dan kota. Program ini dirancang khusus untuk mendukung pasokan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis nasional.
Masyarakat pembudidaya akan memperoleh paket bantuan lengkap berupa kolam terpal bulat, benih ikan, pakan, hingga peralatan budidaya modern. Mereka juga akan menerima fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tandon air bersih.
Saat ini, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih melakukan verifikasi proposal serta validasi calon penerima bantuan. Gubernur Lampung meminta seluruh perangkat daerah memberikan pendampingan penuh agar program berjalan tepat sasaran.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update