Istanbul (lampost.co)–Dari jumlah sementara korban tewas gempa Myanmar, sekitar 700 orang di antaranya penduduk Islam. Gempa bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025,
Gempa tersebut mengguncang Myanmar pada Jumat siang, bertepatan dengan waktu salat Jumat ketika warga Muslim Myanmar berhimpun di masjid-masjid.
Media The Irrawaddy melaporkan pada awal pekan ini bahwa 60 masjid di Mandalay dan Sagaing, wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa, hancur.
Organisasi Islam Spring Revolution Myanmar Muslim Network, The Irrawaddy menyebut sebagian besar masjid yang runtuh akibat gempa pada abad ke-19.
Masjid Usia Ratusan Tahunan
Selain di Mandalay dan Sagaing, masjid-masjid di kawasan Naypyitaw, Pyinmana, Pyawbwe, Yamethin, Thazi, Meiktila, Kyaukse, dan Paleik, juga kerusakan.
“Kami memperkirakan jumlah korban akan tinggi karena gempa bumi melanda saat salat Jumat, dan saat itu masih Ramadan. Kami tahu jumlahnya mencapai ratusan,” kata Ko Shaki.
Sekurangnya 18 masjid di Mandalay, rusak, sembari menambahkan bahwa masjid-masjid berusia ratusan tahun tersebut belum pernah renovasi.
“Kami tidak mengizinkan melakukan perbaikan dan pemeliharaan masjid di masa pemerintahan terdahulu,” tutur Ko Shaki.








