• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 07/01/2026 19:21
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Internasional

Gegara Komunikasi dengan Israel, Putra Mahkota Arab Saudi Terancam Dibunuh

Isnovan DjamaludinMedcombyIsnovan DjamaludinandMedcom
15/08/24 - 22:37
in Internasional
A A
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS)

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Foto: EFE-EPA

Riyadh (Lampost.co)—Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), secara mengejutkan menyatakan dirinya terancam dibunuh. Ini akibat upayanya mewujudkan kesepakatan besar dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam beberapa diskusi dengan anggota Kongres AS, MBS kerap membandingkan situasinya dengan Anwar Sadat, mantan Presiden Mesir yang tewas setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Menurut MBS, kesepakatan ini harus mencakup solusi yang jelas menuju negara Palestina, terutama setelah konflik Gaza yang memicu kemarahan besar di dunia Arab.

Melansir dari POLITICO, Kamis (15/8/2024), negosiasi ini bertujuan menormalisasi hubungan diplomatik Saudi-Israel dan diiringi berbagai komitmen dari AS. Seperti perlindungan keamanan, dukungan teknologi nuklir sipil, dan investasi ekonomi di berbagai bidang seperti teknologi.

Namun, MBS merasa kesepakatan ini tidak akan berhasil tanpa adanya jalan yang jelas menuju negara Palestina. Alasan utamanya adalah ancaman terhadap stabilitas regional dan posisi Arab Saudi sebagai penjaga situs suci Islam.

MBS sedang berusaha menjalin kesepakatan dengan Israel yang akan mencakup normalisasi hubungan diplomatik dan kerja sama lainnya. Bagi Israel, hal ini merupakan keuntungan besar mengingat peran penting Arab Saudi di dunia Muslim. Namun, MBS merasa kecewa karena Pemerintah Israel tidak bersedia memasukkan solusi konkret menuju pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

“Cara dia mengatakannya adalah ‘Orang Saudi sangat peduli dengan hal ini, dan jalan di seluruh Timur Tengah sangat peduli dengan hal ini, dan masa jabatan saya sebagai penjaga situs-situs suci Islam tidak akan aman jika saya tidak menangani apa yang menjadi masalah keadilan yang paling mendesak di wilayah kami,” kata salah satu orang yang mengetahui pembicaraan MBS dengan para pemimpin regional dan Amerika.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap teguh menolak pembentukan negara Palestina dengan dukungan koalisi sayap kanan di pemerintahannya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah tekanan dari luar, termasuk AS, akan cukup untuk mengubah sikap Israel dalam negosiasi.

Bukan Hanya Taktik Diplomatik

Sikap MBS ini bukan hanya taktik diplomatik, melainkan juga terkait keamanan dalam negerinya. Meskipun terkenal sebagai penguasa otoriter, MBS tetap memperhatikan opini publik, terutama generasi muda Arab Saudi yang mendukung reformasi sosialnya, tetapi sangat peduli terhadap isu Palestina. Hal ini menjadi faktor penting bagi MBS dalam menjaga stabilitas pemerintahannya.

Suka atau tidak suka, kesepakatan besar yang sedang terjadi ini dapat mengubah Timur Tengah secara besar-besaran.

Dalam konteks geopolitik yang lebih luas, kesepakatan ini bisa mengubah dinamika di Timur Tengah, terutama jika Arab Saudi dan Israel bersatu menghadapi ancaman bersama seperti Iran. Namun, kendala utama tetap ada pada keengganan Israel untuk memberikan konsesi yang berarti terhadap Palestina.

Dengan ketidakpastian apakah Netanyahu akan bersedia mengambil risiko politik untuk mencapai kesepakatan, langkah MBS untuk menekankan ancaman yang dia hadapi bisa jadi strategi untuk memaksa AS dan Israel mempertimbangkan tuntutannya. Bagaimanapun, kesepakatan ini masih jauh dari final dan bergantung pada banyak variabel yang terus berkembang. (Shofiy Nabilah)

Tags: Kerajaan Arab SaudiKetegangan Timur TengahPutra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS)
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk pertama kalinya menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah digulingkan dari kekuasaan. Pada Senin, 5 Januari 2026 waktu AS

Digulingkan dan Ditahan AS, Maduro Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Manhattan

byNur
06/01/2026

Manhattan (Lampost.co)-— Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk pertama kalinya menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah terguling dari kekuasaan....

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (The New York Times)

Trump Ancam Meksiko Usai Operasi Militer AS di Venezuela, Stabilitas Amerika Latin Terancam

byNur
04/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Beberapa jam setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolas Maduro. Presiden AS Donald...

Kampung Haji Perkuat Citra Indonesia di Dunia Internasional

Kampung Haji Perkuat Citra Indonesia di Dunia Internasional

byWandi Barboyand1 others
21/12/2025

Jakarta (Lampost.co): Inisiatif Presiden Prabowo Subianto membangun Kampung Haji di Arab Saudi menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Gagasan ini tidak...

Berita Terbaru

Hiburan

Mediasi dengan Richard Lee Gagal, Polisi Segera Periksa Doktif Sebagai Tersangka

byNana Hasan
07/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Konflik hukum antara dr. Samira atau Dokter Detektif (Doktif) dengan dr. Richard Lee semakin memanas. Polres Metro...

Read moreDetails
Jonathan Frizzy

Aktor Jonathan Frizzy Bebas Bersyarat Hari Ini

07/01/2026
Pencipta Lagu Laporkan LMKN

Skandal Royalti Rp14 Miliar: Puluhan Pencipta Lagu Resmi Laporkan LMKN ke KPK

07/01/2026
teror

Insiden di Indonesia Jadi Inspirasi Kekerasan Remaja di Luar Negeri

07/01/2026
Konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).(MGN/Siti Yona Hukmana)

Puluhan Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Lewat Komunitas Online

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.