Gaza (Lampost.co) — Pemimpin Hamas di pengasingan, Khaled Meshaal, mengatakan bahwa kelompok pejuang Palestina itu akan bangkit “bagai Burung Phoenix” meski telah mengalami kerugian besar selama setahun dalam perang melawan Israel. Ia menegaskan Hamas akan terus merekrut pejuang dan memproduksi senjata.
Satu tahun setelah serangan Hamas ke Israel yang memicu perang di Gaza, Meshaal membingkai konflik dengan Israel sebagai bagian dari narasi yang lebih luas yang mencakup 76 tahun, yang dimulai sejak apa yang disebut warga Palestina sebagai “Nakba”, atau “malapetaka.” Kala itu, banyak orang mengungsi selama perang 1948 yang diikuti dengan pembentukan negara Israel.
“Sejarah Palestina terdiri dari siklus,” kata Meshaal (68), seorang tokoh senior Hamas di bawah pemimpin Yahya Sinwar.
Baca juga: 3 Kelompok Ini Kompak Serang Israel
“Kami melewati fase-fase di mana kami kehilangan martir, dan kami kehilangan sebagian dari kemampuan militer kami. Tetapi kemudian semangat Palestina bangkit kembali, seperti Burung Phoenix,” sambungnya, melansir Medcom.id, Rabu, 9 Oktober 2024.
Meshaal, selamat dari upaya pembunuhan Israel pada 1997 setelah disuntik dengan racun. Ia menjadi pemimpin umum Hamas dari 1996—2017. Dia mengatakan bahwa kelompoknya mampu melakukan penyergapan terhadap pasukan Israel.
Hamas menembakkan empat rudal dari Gaza pada Senin pagi. Itu di momen peringatan satu tahun perang. Namun sistem pertahanan udara Israel mampu mencegatnya.
“Kami kehilangan sebagian amunisi dan senjata kami. Tetapi Hamas merekrut pemuda dan terus memproduksi sebagian besar amunisi dan senjatanya,” kata Meshaal, tanpa memberikan rincian.
Ia tetap berpengaruh di Hamas karena telah memainkan peran penting dalam kepemimpinannya selama hampir tiga dekade. Dan secara luas di pandang sebagai wajah diplomatik kelompok tersebut.
Komentar Meshaal tampaknya sebagai sinyal bahwa Hamas akan terus berjuang hingga akhir. Apa pun kerugian yang akan mereka alami, menurut sejumlah analis isu Timur Tengah.








