IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 13/04/2026 02:00
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Internasional

Ini 5 Isu Krusial yang Menggagalkan Kesepakatan Damai AS vs Iran

Ia menilai kondisi itu lebih merugikan Iran daripada Amerika Serikat. Menurutnya, Washington menawarkan solusi terbaik dalam negosiasi tersebut.

EffranbyEffran
13/04/26 - 00:07
in Internasional
A A
Delegasi tingkat tinggi Iran untuk pembicaraan negosiasi dengan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (tengah) tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/aa.

Delegasi tingkat tinggi Iran untuk pembicaraan negosiasi dengan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (tengah) tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/aa.

Jakarta (Lampost.co) — Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah belum menghasilkan titik temu.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyampaikan langsung hasil tersebut kepada publik. Ia menegaskan diskusi berjalan intens, tetapi belum membuahkan kesepakatan.

“Kami melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran. Kabar buruknya, kami belum mencapai kesepakatan,” kata Vance dalam konferensi pers.

Ia menilai kondisi itu lebih merugikan Iran daripada Amerika Serikat. Menurutnya, Washington menawarkan solusi terbaik dalam negosiasi tersebut.

AS Klaim Tawarkan Proposal Terbaik

Vance menjelaskan delegasi AS datang dengan sikap fleksibel dan itikad baik. Ia bahkan menyebut proposalnya sebagai penawaran terakhir. “Kami meninggalkan tempat itu dengan sebuah proposal yang sangat sederhana,” ujarnya.

Presiden Donald Trump juga ikut memantau langsung proses negosiasi. Vance mengaku berkomunikasi dengan Trump belasan kali selama 21 jam pembicaraan. Salah satu fokus utama Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir, baik sekarang maupun di masa depan.

Iran Minta AS Hentikan Tuntutan Berlebihan

Di sisi lain, Iran memberikan respons yang berbeda. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, menyebut pembicaraan berlangsung intens. Namun, ia menekankan hasil negosiasi bergantung pada keseriusan kedua pihak.

Baqaei meminta AS menghentikan tuntutan yang berlebihan. Ia juga menegaskan pentingnya menghormati hak dan kepentingan Iran.

5 Isu Besar yang Menghambat Kesepakatan

Berikut lima faktor utama yang membuat negosiasi AS dan Iran gagal mencapai titik temu:

  1. Konflik Lebanon dan Peran Hizbullah

Konflik di Lebanon menjadi batu sandungan utama. Serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah memicu ketegangan baru.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan dukungan penuh kepada Lebanon. “Kelanjutan tindakan itu membuat perundingan tidak bermakna,” tulisnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak gencatan senjata terkait Hizbullah.

  1. Sengketa Selat Hormuz

Selat Hormuz menjadi isu sensitif berikutnya. Jalur itu sangat penting bagi distribusi minyak global. AS menilai Iran tidak memberikan akses yang aman bagi kapal tanker. Trump bahkan menuduh Iran bertindak tidak profesional.

Di sisi lain, Iran mengklaim wilayah tersebut sebagai kedaulatan mereka. Teheran juga menyiapkan aturan baru untuk mengontrol lalu lintas kapal. Situasi itu membuat ratusan kapal dan ribuan pelaut tertahan di kawasan Teluk.

  1. Program Nuklir Iran

Program nuklir tetap menjadi inti konflik. AS ingin Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium. Namun, Iran menolak tuntutan tersebut. Mereka mengklaim program nuklir hanya untuk tujuan damai.

Sebagai penandatangan perjanjian non-proliferasi, Iran merasa memiliki hak mengembangkan energi nuklir sipil. Perbedaan pandangan itu membuat negosiasi semakin sulit.

  1. Jaringan Sekutu Iran di Timur Tengah

Iran memiliki jaringan sekutu kuat di kawasan Timur Tengah. Kelompok seperti Hizbullah, Houthi, dan Hamas menjadi bagian dari strategi geopolitik mereka.

AS dan Israel melihat jaringan itu sebagai ancaman serius. Mereka menuntut Iran mengurangi dukungan terhadap kelompok tersebut. Namun, hingga kini, tidak ada tanda Iran akan melepaskan pengaruhnya di kawasan.

  1. Tuntutan Pencabutan Sanksi

Isu terakhir adalah sanksi ekonomi. Iran meminta pencabutan sanksi sebagai syarat utama kesepakatan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, menuntut pencairan aset senilai US$120 miliar. Namun, belum ada kepastian apakah AS bersedia memenuhi tuntutan tersebut.

Kegagalan itu menjadi kemunduran bagi kedua pihak. Meski sempat ada gencatan senjata, konflik belum menunjukkan tanda berakhir. Perbedaan kepentingan yang kompleks membuat kesepakatan sulit tercapai dalam waktu dekat.

Tags: AS Iran gagal negosiasiDonald Trump Irangeopolitik Timur TengahHizbullah LebanonJD Vance Irankonflik timur tengahperundingan AS Iranprogram nuklir Iransanksi IranSelat Hormuz
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan maraton di Islamabad. Keduanya saling menyalahkan atas kegagalan negosiasi yang berlangsung 21 jam. (Foto: via REUTERS/Pool)

Penyebab Gagalnya Perundingan Damai 21 Jam di Pakistan Versi AS vs Iran

byEffran
13/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Upaya damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Negosiasi intens selama 21 jam di Islamabad...

Iran melaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur, yaitu A-10 Warthog dan F-15E Strike Eagle. Foto: Wikipedia

Derita Pilot F-15E saat Melontarkan Diri: Dihantam Gaya 20G hingga Nyaris Tak Tertolong

byEffran
10/04/2026

Jakarta (Lampost.co) – Insiden jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle mengungkap sisi ekstrem yang jarang publik tahu. Dua pilot AS...

Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu. REUTERS/Majid-Asgaripour

Iran Ancam Perang Lagi dan Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon

byEffran
10/04/2026

Teheran (Lampost.co) – Pemerintah Iran menaikkan tensi konflik dengan ancaman militer terbuka. Pejabat tinggi menyatakan siap kembali berperang jika pelanggaran...

Berita Terbaru

AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan maraton di Islamabad. Keduanya saling menyalahkan atas kegagalan negosiasi yang berlangsung 21 jam. (Foto: via REUTERS/Pool)
Internasional

Penyebab Gagalnya Perundingan Damai 21 Jam di Pakistan Versi AS vs Iran

byEffran
13/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Upaya damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Negosiasi intens selama 21 jam di Islamabad...

Read moreDetails
Delegasi tingkat tinggi Iran untuk pembicaraan negosiasi dengan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (tengah) tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/aa.

Ini 5 Isu Krusial yang Menggagalkan Kesepakatan Damai AS vs Iran

13/04/2026
Pengenaan Pajak Toko Online, Koreksi Distorsi atau Menambah Beban?

Pengenaan Pajak Toko Online, Koreksi Distorsi atau Menambah Beban?

12/04/2026
Tips Strategis Menyesuaikan B2B Marketing Tradisional dalam E-Commerce

Kemudahan di E-Commerce Ubah Kebiasaan Belanja Masyarakat

12/04/2026
penyerang Liverpool Mohamed Salah (kanan)

Bungkam Fulham 2-0, Liverpool Akhiri Tren Negatif

12/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.