Jakarta (Lampost.co) — Amerika Serikat berdiskusi dengan Israel terkait dengan perlu tidaknya menyerang fasilitas perminyakan (kilang minyak) Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal balasan Negara Mullah tersebut pada awal pekan ini. Hal itu Presiden AS Joe Biden katakan pada Kamis, 3 Oktober 2024.
“Kami tengah mendiskusikan hal itu. Saya pikir itu akan menjadi kecil kemungkinan,” kata Biden. Pernyataan itu Biden sampaikan menjawab pernyataan wartawan apakah kepala negara AS itu akan mendukung Israel untuk menyerang fasilitas perminyakan Iran.
Biden menambahkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa pada hari ini sehubungan dengan rencana serangan balik yang akan pihak Israel lakukan terhadap Iran.
Baca juga: Persiapkan Balasan, Israel Targetkan Kilang Minyak Iran
Sebelumnya pada Rabu (2/10), Biden mengatakan dia tidak mendukung Israel menyerang fasilitas nuklir Iran. Itu ia ungkapkan setelah Iran menembakkan serangkaian rudal secara besar-besaran ke Israel pada Selasa (1/10).
Rangkaian rudal yang Iran luncurkan itu merupakan bentuk tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah. Juga pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh, dan komandan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Abbas Nilforoushan.
Sementara itu, militer Israel mengatakan ada sekitar 180 rudal balistik yang Iran tembakkan. Sebagian besar rudal, klaim Israel, berhasil di cegat.
Sementara itu, sedikitnya terdapat tiga bangunan di Pangkalan Udara Nevatim Israel yang terkena serangan rudal Iran pada awal pekan ini. Ini menurut gambar citra satelit Planet Labs yang diterbitkan oleh CNN pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Di antara bangunan yang terkena dampak ialah dua hangar untuk menyimpan pesawat yang lebih besar. Terdapat dua lubang besar di atap hangar itu dan puing-puing berserakan.
Gambar-gambar dari citra satelit tersebut juga mengungkapkan bahwa rudal Iran meninggalkan sekitar 12 kawah. Kawah bekas hantaman rudal itu berada di wilayah pangkalan yang terletak di gurun Negev di Israel.








