Jakarta (lampost.co)–Peter D’Adamo, seorang naturopati, memperkenalkan konsep diet berdasarkan golongan darah yang dapat meningkatkan kesehatan. Serta bisa mengurangi risiko beberapa penyakit.
Namun, meskipun popularitasnya terus berkembang, penelitian yang ada mengenai efektivitas diet golongan darah masih sangat terbatas. Sayangnya, penelitian yang ada belum dapat membuktikan sepenuhnya klaim mengenai manfaat diet golongan darah.
Banyak orang yang menganggap bahwa golongan darah seharusnya mempengaruhi cara mereka mengatur pola makan. Pola ini memiliki sejumlah aturan yang spesifik, termasuk pantangan makanan untuk golongan darah O.
Menurut D’Adamo, individu dengan golongan darah O positif sebaiknya menghindari produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt. Hal ini karena golongan darah O positif kesulitan dalam mencerna laktosa, gula alami dalam produk susu.
Ketidakmampuan mencerna laktosa ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti kembung dan gas. Sebagai alternatif, pilihlah susu almond, susu kedelai, atau santan.
Selain itu, ada pembatasan beberapa makanan bagi golongan darah O positif. Produk seperti gandum dan jagung mengandung lektin yang menurut D’Adamo berdampak negatif pada golongan darah O.
Makanan lainnya adalah kubis brussel, bayam, kol, jagung, kembang kol, kentang, terong, kecambah, jamur, dan sayuran acar. Makanan-makanan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tiroid, gangguan insulin, masalah pembekuan darah, dan gangguan pencernaan.
Batasi Kafein
Batasi juga kafein karena golongan darah O positif lebih sensitif terhadap efek stimulasinya. Dosis kafein yang berlebihan bisa menyebabkan peningkatan detak jantung, kecemasan, dan gangguan tidur.
Sebagai pengganti, D’Adamo merekomendasikan teh herbal atau minuman bebas kafein.








