Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung memastikan hingga kini belum ada atau temuan kasus positif campak pada wilayah Lampung.
Kepastian tersebut setelah hasil pemeriksaan dari laboratorium rujukan nasional menunjukkan seluruh sampel yang memberikan hasil negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, mengatakan saat ini terdapat satu orang pasien yang masih berstatus suspek campak.
“Untuk memastikan, spesimen pasien akan pemeriksaan pada laboratorium rujukan nasional,” ujar Edwin.
Ketersediaan Vaksin
Ia memastikan ketersediaan vaksin Campak Rubella (MR) daerah masih dalam kondisi aman untuk mendukung pelayanan imunisasi fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data aplikasi SMILE per 3 Maret 2026, stok vaksin MR tingkat kabupaten dan kota tercatat sebanyak 41.260 dosis atau setara 4.126 vial.
Sementara tingkat puskesmas tersedia sekitar 113.550 dosis atau 11.355 vial.
“Dengan jumlah tersebut, ketersediaan vaksin pada puskesmas masih cukup untuk mendukung pelayanan imunisasi posyandu selama satu bulan ke depan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pada 6 Maret 2026 Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga menerima tambahan pasokan vaksin MR dari Kementerian Kesehatan sebanyak 15.000 dosis atau 1.500 vial.
Edwin menjelaskan kebutuhan vaksin campak atau MR bagi bayi dan baduta Provinsi Lampung setiap bulan mencapai 64.068 dosis atau sekitar 6.407 vial.
Secara keseluruhan, kebutuhan vaksin campak sepanjang tahun 2026 mencapai 76.881 vial atau setara 768.813 dosis.
Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, pihaknya secara rutin mengajukan permintaan vaksin kepada Kementerian Kesehatan setiap bulan.
Hal ini karena pengadaan vaksin dan logistik program kesehatan merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Distribusi vaksin dari pemerintah pusat ke daerah juga tidak diberikan sekaligus untuk satu tahun penuh.
“Permintaan vaksin berdasarkan kebutuhan satu bulan buffer stok untuk dua bulan ke depan,” jelas Edwin.








