Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung terus memperkuat peran puskesmas di berbagai wilayah sebagai langkah strategis untuk mengendalikan penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Atas dan influenza di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Edwin Rusli, mengatakan peralihan musim dari kemarau ke penghujan meningkatkan kasus batuk dan pilek di masyarakat.
Ia menjelaskan, perubahan cuaca menurunkan daya tahan tubuh sehingga memicu munculnya penyakit tersebut.
“Perubahan musim memang berpengaruh terhadap kesehatan, terutama munculnya penyakit seperti batuk dan pilek akibat imunitas tubuh yang menurun,” ujar Edwin.
Sebagai langkah penanganan, pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan puskesmas di seluruh daerah.
Edwin juga memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menambah dukungan tenaga kesehatan serta meningkatkan kualitas layanan.
Menurut Edwin, seluruh puskesmas memiliki obat-obatan dan peralatan medis yang memadai untuk menangani pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit yang berlangsung cukup lama.
Tenaga kesehatan perlu menangani kasus secara tepat dan melakukan pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, karena ISPA dan influenza mudah menular.
“Kalau gejalanya berlangsung lama, kita harus segera menindaklanjutinya dengan benar agar tidak meluas. ISPA dan influenza ini menular dengan cepat,” katanya.
Meski demikian, Edwin menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Ia memastikan kasus batuk pilek yang muncul saat ini bukan Covid-19 seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Tidak perlu khawatir, ini bukan Covid-19. Masyarakat cukup berobat dan tetap menjaga pola hidup sehat,” tambahnya.
Edwin juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Misal, dengan menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat cukup. Hal itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah meningkatnya kasus ISPA dan influenza.








