Jakarta (lampost.co)–Pingsan terjadi ketika seseorang kehilangan kesadaran secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai sinkop. Mandaya Hospital Group menjelaskan bahwa penyebab umum pingsan adalah tekanan darah yang sangat rendah, sehingga suplai oksigen ke otak menjadi terganggu. Akibatnya, jantung tak mampu memompa darah ke otak secara optimal.
Situasi ini sering terjadi secara mendadak dan bisa menimpa siapa saja, terutama saat tubuh sedang lemah atau stres. Pingsan, atau sinkop, merupakan kondisi medis di mana seseorang kehilangan kesadaran secara mendadak namun sementara. Mandaya Hospital Group menjelaskan bahwa hal ini umumnya terjadi ketika tekanan darah turun terlalu rendah, sehingga jantung tidak sanggup memompa oksigen secara cukup ke otak.
Akibatnya, tubuh tidak mendapat suplai energi yang memadai dan kesadaran bisa hilang sesaat.
Menurut Dr. Pittara melalui platform Alodokter, berbagai faktor dapat menjadi pemicu pingsan. Misalnya stres berlebih, rasa takut mendalam, cuaca panas ekstrem, sengatan listrik, hingga perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat.
Sebelum kehilangan kesadaran, seseorang biasanya mengalami sejumlah gejala peringatan. Gejala itu bisa berupa sakit kepala, wajah pucat, tubuh terasa limbung saat berdiri, jantung berdebar, serta kelemahan fisik secara menyeluruh.
Setelah orang tersebut siuman, ada beberapa langkah penting untuk membantu pemulihan. Dr. Theresia Rina Yunita dari Klik Dokter menyarankan agar orang yang baru saja pingsan segera dipindahkan ke tempat yang aman. Jika ia terjatuh di jalan atau lokasi ramai, segera bawa ke tempat yang tenang dan cukup udara.
Longgarkan Pakaian
Setelah itu, longgarkan bagian pakaian yang ketat agar ia lebih mudah bernapas. Buka kancing baju atau kerah yang mengganggu pernapasan. Selanjutnya, bantu korban untuk kembali bertenaga dengan memberinya minuman manis yang hangat, seperti teh manis.
Teh manis memiliki peran penting dalam memulihkan kondisi tubuh. Minuman ini dapat membantu menaikkan kadar gula darah, terutama jika pingsan dipicu oleh hipoglikemia atau dehidrasi. Dengan kombinasi langkah yang tepat dan respons cepat, seseorang yang pingsan bisa segera kembali pulih dan beraktivitas seperti biasa.







