Waspada! Ini 8 Dampak Negatif Saat Anak Konsumsi Teh

Teh mengandung fitat dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Padahal zat besi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Editor Ricky Marly, Penulis Medcom
Kamis, 10 Oktober 2024 13.50 WIB
Waspada! Ini 8 Dampak Negatif Saat Anak Konsumsi Teh
(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co)Minuman teh kerap kali kita konsumsi. Biasanya kita mengonsumsi teh saat setelah makan, sebelum makan atau saat sedang bersantai. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun sering kita lihat mengonsumsi teh.

Namun perlu orang tua ketahui bahwa konsumsi teh bagi anak memiliki beberapa dampak negatif yang perlu jadi perhatian.

Meskipun teh memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, namun konsumsi teh bagi anak perlu orang tua perhatikan dengan bijak.

Baca Juga:

Begini Alasan Tidak Boleh Minum Teh Saat Perut Kosong

Untuk anak di bawah usia dua tahun, tidak dianjurkan untuk memberikan teh. Sedangkan untuk anak di atas usia dua tahun, konsumsi teh harus ada batasan dan tidak berlebihan.

Kemudian penting untuk memilih jenis teh yang tepat untuk anak, seperti teh herbal atau teh buah-buahan yang tidak mengandung kafein. Konsumsi teh yang bijak dapat membantu menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak secara optimal.

Dampak Negatif Mengonsumsi Teh bagi Anak

1. Menghambat Penyerapan Zat Besi

Teh mengandung fitat dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Padahal zat besi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Terutama pada usia enam bulan hingga dua tahun yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat.

2. Meningkatkan Risiko Anemia Defisiensi Zat Besi

Akibat terhambatnya penyerapan zat besi, anak yang mengonsumsi teh berisiko mengalami anemia defisiensi zat besi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kelelahan, pucat, dan gangguan kognitif.

3. Mengganggu Penyerapan Zat Gizi Lain

Selain zat besi, konsumsi teh juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi lain yang penting untuk pertumbuhan anak, seperti kalsium dan vitamin. Hal ini karena kandungan kafein dan tanin dalam teh yang dapat mengikat zat gizi tersebut dan menghambat penyerapannya.

4. Sulit Tidur

Kandungan kafein dalam teh dapat menyebabkan anak sulit tidur. Kafein adalah stimulan yang dapat membuat anak tetap terjaga dan mengalami kesulitan untuk beristirahat dengan baik.

5. Mengompol

Konsumsi teh yang berlebihan juga dapat menyebabkan anak mengompol. Hal ini karena kandungan kafein yang memiliki efek diuretik sehingga dapat meningkatkan produksi urine.

6. Risiko Obesitas

Teh dalam kemasan biasanya mengandung kadar gula yang tinggi. Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.

7. Kafein Berdampak Buruk untuk Pertumbuhan Bayi

Pada bayi di bawah usia enam bulan, konsumsi teh tidak boleh karena kafein dapat berdampak buruk pada pertumbuhan bayi dan mengganggu sistem kerjanya.

8. Kegelisahan dan Kegugupan

Kafein yang berlebihan pada balita dapat menyebabkan kegelisahan dan kegugupan. Hal ini dapat mengganggu aktivitas dan perkembangan anak.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI